Nuraini Apresiasi Layanan JKN KIS

banner 468x60

hariancentral.com | Asahan~  Program Jaminan Kesehatan Nasional–Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) berperan penting dalam menjamin kesehatan masyarakat Indonesia. Menurut data dari BPJS Kesehatan, peserta PBI yang dibiayai pemerintah Kabupaten Asahan berjumlah 275.840 jiwa per awal Maret 2021. Salah satu peserta segmen tersebut adalah Nuraini (59) yang merasa beruntung telah memanfaatkan JKN-KISnya. Ditemui ketika menghadiri sosialisasi JKN-KIS di Desa Gunung Berkat, Kabupaten Asahan (24/02), Nuraini bersedia membagikan ceritanya kepada tim Jamkesnews.

Dua tahun yang lalu, Nuraini mengalami bengkak pada kakinya yang memaksannya untuk mengurangi aktifitas. “Awalnya kaki kiri saya bengkak sampai tidak bisa berjalan sama sekali. Kata dokter terjadi penumpukan lendir akibat pernah terbentur atau jatuh. Memang dulu pernah jatuh ke lubang besar. Akhirnya saya ke dokter di klinik dan bayar sendiri, tidak menggunakan BPJS (JKN-KIS),” tutur warga Gunung Berkat, Kecamatan Bandar Pulau tersebut.

Bacaan Lainnya
banner 300250

Namun setelah menjalani tindakan medis, Nuraini mengaku tidak sanggup secara finansial untuk tindakan lanjutan sehingga memutuskan untuk memanfaatkan kepesertaan JKN-KIS yang sudah didapatnya sejak lima tahun lalu. “Setelah dua kali sedot cairan di kaki ini, kami tidak punya uang lagi. Akhirnya saya berobat menggunakan BPJS (JKN-KIS) ke Puskesmas Aek Songsongan dan selanjutnya dirujuk ke RSUD H. Abdul Manan Simatupang di Kisaran,” imbuh ibu tujuh anak tersebut.

Nuraini memuji pelayanan yang didapatkannya. “Memang banyak orang bilang tidak bagus yang gratis (PBI) namun saya rasa pelayanan dan fasilitas yang saya dapatkan sudah bagus semua. Namanya pake yang gratis, kamar rame-rame ya wajar. Namun ruangannya bagus dan saya juga dapat terapi rutin agar kaki saya bisa berjalan normal kembali. Alhamdulillah sampai sekarang tidak pernah sakit maupun kambuh lagi,” ungkap wanita yang bermatapencaharian sebagai pembuat lidi tersebut.

Nuraini juga bersyukur karena pelayanan tersebut tidak dipungut biaya apapun. “Alhamdulillah, selama sepuluh hari opname di rumah sakit dan terapi, saya tidak dipungut biaya apapun. Termasuk juga obat-obatan ketika pulang baik suntikan ataupun pil, semuanya gratis,” tutup Nuraini. (Putra)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *