Keluhan Sakit Perut Imay Tuntas dengan JKN KIS

banner 468x60

hariancentral.com | Tanjungbalai – Program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) berperan penting dalam menjamin kesehatan masyarakat Indonesia. Salah satu peserta yang telah merasakaan manfaat dari Program JKN-KIS adalah Imay (20). Ditemui di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Tanjung Balai ketika menemani kerabatnya untuk mendaftar JKN-KIS pada Kamis (17/06), Imay bersedia membagikan ceritanya kepada Tim Jamkesnews.

Sejak awal 2019 Imay kerap mengalami sakit yang tidak tertahankan di sekitar perut bagian bawahnya.

“Januari 2019 saya sudah sering sakit perut di bagian bawah. Sekitar tiga kali bolak balik ke Puskesmas, dokternya sudah menyarankan saya untuk menjalani perawatan intensif atau operasi karena ada gejala usus buntu, namun saat itu saya sedang ujian naik kelas dua SMA dan takut disuntik juga. Jadi saya hanya minum obat saja. Setelah minum obat, sakitnya sembuh, ketika habis obatnya kumat lagi sakitnya,” tutur ibu rumah tangga tersebut.

Namun keadaan Imay kian memburuk sehingga dirinya harus dilarikan ke rumah sakit untuk menjalani operasi usus buntu.

“Sekitar bulan Maret 2019, keadaan saya makin memburuk. Jangankan naik tangga mau ke kamar, untuk jalan juga sudah susah. Wajah saya sudah membiru. Akhirnya hari itu juga saya dilarikan ke RSUD Dr.Tengku Mansyur Kota Tanjung Balai. Dokter bilang bahwa usus buntu saya sudah busuk dan harus segera dioperasi. Akhirnya saya dioperasi dan rawat inap di rumah sakit selama lima hari,” imbuh Imay.

Imay juga mengapresiasi pelayanan kesehatan yang telah diperolehnya dengan memanfaatkan Program JKN-KIS.

“Pelayanan dokter dan perawatnya bagus. Proses masuk rumah sakit juga cepat dan langsung ditangani. Ruangan juga bagus. Kami tidak dipungut biaya apapun mulai dari pemeriksaan di Puskesmas sampai operasi, rawat inap, dan obat-obatan pasca operasi. Walaupun saya waktu itu peserta yang gratis (red: Penerima Bantuan Iuran) alhamdulillah saya dapat pelayanan yang bagus dan sekarang sudah sehat sekali,” ungkap Imay.

Anak kesebelas dari duabelas bersaudara itu pun lantas merasa beruntung telah menjadi peserta JKN-KIS.

“Sangat beruntung menggunakan JKN-KIS ini karena sakit saya itu tidak menambah beban keluarga. Waktu itu saya masih sekolah, ayah saya sudah meninggal dan ibu tidak bekerja. Sekarang saya sudah non aktif dari peserta yang gratis (PBI) dan langsung mau mendaftar menjadi peserta yang berbayar (red: Pekerja Bukan Penerima Upah),” tutup Imay. (Putra)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.