Erlina Puas jadi Peserta JKN KiS

banner 468x60

hariancentral.com | Labuhanbatu ~ Program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) berperan penting dalam menjamin kesehatan masyarakat Indonesia termasuk diantaranya yang merupakan peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI). Salah satu peserta yang telah merasakan manfaat positif dari hadinya Program JKN-KIS tersebut adalah Erlina (41). Ditemui tim Jamkesnews di Kantor BPJS Kesehatan Kabupaten Labuhanbatu saat mengurus perubahan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) keluarganya pada Jumat (09/07), Erlina bersedia membagikan pengalaman saat sang suami memanfaatkan kepesertaan JKN-KIS.

Tahun 2019 lalu, sang suami menderita sakit dan didiagnosis saat itu oleh dokter menderita Diabetes Melitus (DM).

Bacaan Lainnya
banner 300250

“Awalnya suami saya sering mual dan pusing, lalu kami cek di Puskesmas, ternyata kata dokter dia terkena DM dan harus rutin minum obat,” tutur peserta PBI APBN tersebut.

“Sejak saat itu harus minum obat terus. Setiap sepuluh hari sekali datang ke rumah sakit untuk kontrol dan kalau habis obatnya,” imbuh warga Kelurahan Padang Matinggi, Kecamatan Rantau Utara, Kabupaten Labuhanbatu tersebut.

Akibat penyakit DM yang diderita, sang suami sudah beberapa kali menjalani rawat inap di rumah sakit untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.

“Tahun 2019 lalu sampai saat ini, suami saya sudah beberapa kali keluar masuk rumah sakit RSUD Rantauprapat dan Rumah Sakit Umum Elpi Al Azis Rantauprapat. Biasanya tiga atau empat hari dirawat. Tahun 2019 saja tiga kali masuk rumah sakit. Tahun 2020 dua kali. Tahun ini, ketika bulan Maret 2021 lalu, suami saya dirawat inap di RSUD Rantauprapat. Mungkin karena kurang jaga makan. Semoga tidak masuk rumah sakit lagi,” tutur Erlina.

Erlina merasa puas atas pelayanan yang telah didapatkan sang suami ketika memanfaatkan Program JKN-KIS.

“Alhamdulillah pelayanannya bagus, baik ketika kontrol maupun ketika rawat inap. Kami tidak kecewa karena tidak ada perbedaan dengan peserta yang umum. Tidak ada keluhan pokoknya,” ungkap Erlina.

Erlinapun bersyukur bahwa seluruh pelayanan kesehatan yang diterima oleh sang suami tersebut gratis tanpa dipungut biaya apapun.

“Untuk pemeriksaan, obat dan rawat inap, kami juga tidak dimintai biaya sedikitpun,” imbuh wanita yang bekerja sebagai penarik becak tersebut.

Ibu enam orang anak itupun merasa beruntung dirinya dan keluarganya telah menjadi peserta Program JKN-KIS, khususnya ketika termasuk ke dalam peserta yang iurannya dibayarkan oleh Pemerintah.

“Kalau saya sendiri alhamdulillah belum pernah pakai JKN-KIS. Selain suami, anak saya yang pernah keluar masuk rumah sakit karena penyakit alerginya. Kalau tidak ada BPJS Kesehatan, sangat kesulitan kami. Karena sejak suami sakit, sayalah yang jadi tulang punggung keluarga. Kami saat ini juga masih mengontrak rumah. Jadi, kami merasa sangat terbantu dengan menjadi peserta JKN-KIS ini,” tutup Erlina. (HA/ss)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *