Sakit Gangguan Jiwa Bisa Dicover JKN KiS

banner 468x60

hariancentral.com | Tanjungbalai –  Program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) berperan penting dalam menjamin kesehatan masyarakat Indonesia termasuk peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI). Salah satu peserta yang telah merasakaan manfaat Program JKN-KIS tersebut adalah Sri Hartati (64). Ditemui tim Jamkesnews di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Tanjung Balai pada Rabu (30/06) ketika meminta informasi mengenai status kepesertaan Program JKN-KIS sang suami, Sri bersedia membagikan pengalaman saat sang suami memanfaatkan Program JKN-KIS.

Sri menceritakan bahwa sang suami telah delapan tahun menderita gangguan kejiwaan yang diawali dengan demam tinggi dan berujung pada emosi yang tidak dapat dikontrol.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

“Awalnya demam biasa. Setelah dibawa ke Puskesmas dan disuruh minum obat demam, panasnya tidak kunjung turun. Tidak lama setelah obat demamnya habis, tiba-tiba dia mengamuk tidak bisa kontrol emosi. Padahal sebelumnya dia tidak ada masalah kesehatan apapun,” ungkap warga Kecamatan Datuk Bandar, Kota Tanjungbalai tersebut.

Akhirnya Sri memutuskan untuk membawa sang suami ke RSUD Dr. Tengku Mansyur Kota Tanjungbalai untuk mendapatkan perawatan lanjutan.

“Waktu itu karena sudah tidak kunjung sehat setelah dibawa ke tiga dokter. Kami akhirnya ke dokter jiwa dan syaraf di RSUD Dr. Tengku Mansyur Kota Tanjungbalai. Hasilnya, suami saya harus rutin berobat karena tidak dapat sembuh seperti semula lagi,” imbuh Sri.

Keadaan ekonomi yang mendesak mengharuskan Sri untuk mengajukan diri sebagai peserta segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) APBD.

“Setelah berobat jalan dengan jalur umum, ternyata sangat banyak biaya yang harus kami keluarkan. Sedangkan suami saya sudah tidak bekerja lagi sebagai guru SMA swasta dan saya juga tidak bekerja. Alhamdulillah sekarang kami sudah menjadi peserta PBI APBD,” ucap ibu dari empat orang anak tersebut.

Sri mengaku tak hanya untuk pengobatan jiwa dan syaraf, sang suami pun memanfaatkan Program JKN-KIS untuk pengobatan penyakit diabetesnya.

“Sekitar tiga tahun lalu, suami saya didiagnosa menderita diabetes. Bahkan tahun lalu sempat dirawat selama empat hari di RSUD Dr. Tengku Mansyur Kota Tanjungbalai karena gula darahnya turun drastis dan keadaannya sudah pingsan,” tutur Sri.

Sri bersyukur atas pelayanan kesehatan yang didapat sang suami dengan memanfaatkan Program JKN-KIS.

“Selama ini pakai JKN-KIS tidak ada keluhan. Pelayanannya bagus, cepat dan kami tidak dimintai uang sama sekali. Kalau tidak ada JKN-KIS pasti akan susah. Kami sangat beruntung menjadi peserta JKN-KIS ini,” tutup Sri. (Put))

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.