Permohonan Maaf Penerbangan Batik Air Diprotes

banner 468x60

hariancentral. Com | Medan – Kembali Lion Group mendapat Protes dari Penumpangnya dan menuai kecaman dari Netizen di medsos atas ketidaknyamanan Penerbangan yang di alami seorang Pengacara Kondang Poltak Silitonga SH yang terjadi pada 8/12/2021) lalu di Bandara Cengkareng Jakarta dan peristiwa tersebut pun Viral di Medsos (media sosial) sehingga menuai tanggapan miring dari masyarakat di Media Sosial.

Poltak Silitonga Protes dan marah kepada manajemen Lion group Batik Air. Dimana Bung Poltak batal melanjutkan perjalanan pulang kemedan dan tanda tangan kontrak dengan klien PH pun batal akibat pesawat Lion group rusak dan delay serta lamban.

Bacaan Lainnya
banner 300250

Demikian di sampaikan Poltak Silitonga SH kepada wartawan ketika di konfirmasi melalui telepon selulernya, sabtu (24/12/2021) di Medan.

Poltak berharap kepada Menajemen Lion group untuk segera membenahi dan memperbaiki kinerja dari pada semua Kru pesawat dan menajemen biar masyarakat pengguna jasa transportasi udara tidak menjadi korban serta merasa dirugikan oleh ulah dan tindakan dari ketidak propesionalan dari kru staff dan menajemen Lion Group, ucapnya.

Atas peristiwa tersebut Pihak Manegemen Batik Air melayangkan surat Permohonan maaf kepada Pengacara Kondang Poltak Silitonga SH, atas Ketidaknyamanan Penerbangan Lion Group dari SUB – CGK – KNO yang di tanda tangani Andi Sigit Station Maneger Batik Air CGK tertanggal (21/12/2021) kemaren.

Berikut surat Permohonan maaf pihak managemen Batik Air: “Mengucapkan permohonan maaf yang sebesar – besarnya atas ketidaknyamanan penerbangan dari SUB – CGK – KNO dengan Nomor Penerbangan IU-ID-6842 pada tanggal 8 Desember 2021 di karenakan alasan Operasional yang mengakibatkan Bapak Poltak Siahaan tidak bisa melanjutkan Penerbangan dari CGK ke KNO pada tanggal 8 Desember 2021 di karenakan keterlambatan dari SUB yang berakibat tidak terjadinya Conectivitas Penerbangan ke KNO.

Kami berusaha semaksimal mungkin Merecovery Kekecewaan Bapak Poltak Silitonga sewaktu landing CGK, harapan besar kami Bapak Poltak Silitonga berkenan menerima Permohonan maaf kami, sebagai salah satu bentuk recovery kami kepada Bapak Silitonga berkenan menerima Permohonan maaf kami sebagai salah satu bentuk recovery kami kepada Bapak Silitonga kami menawarkan 1 tiket FOC (Free Of Change).

Apa bila Bapak Poltak Silitonga berkenan menerima recovery kami tersebut agar bisa nenginformasikan kepada iami.

Demikian surat Permohonan maaf ini kami sampaikan sebesar – besarnya, atas perhatian Bapak kami ucapkan terimakasih”. Station Maneger Batik Air CGK Andi Sigit. Tangerang (21/12/2021).

Menanggapi surat tersebut, Poltak Silitonga SH, mengatakan sangat menghargai niat Baik Pihak manajemen Batik Air Dengan menawarkan tiket Gratis kepada Poltak dari medan ke jakarta sebagai bentuk permintaan maaf atas kesalahan pihak Batik Air dalam penerbangan Poltak pada tanggal 6 Desember 2021 lalu dari Kalimantan, Surabaya, Jakarta dan kualanamu.

Sehingga mengakibatkan Pengacara tersebut tidak bisa tiba lebih awal ke Bandara kualanamu medan sehingga sang Pengacara tersebut sebagai pengguna transportasi udara BATIK AIR sangat dirugikan.

Mendapat penawaran secara tertulis tersebut Poltak mengatakan hanya tersenyum membacanya dan bertanya dalam Hati “Apakah Pihak Batik air menganggap bahwa pemberian tiket tersebut akan membuat bang Poltak bersenang hati dan gembira dan Pihak Batik Air menganggap semua masalah selama ini akan selesai begitu saja walaupun kesalahan itu sudah berulang ulang terjadi dan akan terus terjadi”.

Poltak menolak pemberian tersebut, bukan karena banyak duit dan kaya tapi karena ingin ada tanggung jawab moral untuk perbaikan dan efek jera atas perlakuan pihak Maskapai yang, tidak profesional serta tidak bertanggung jawab atas pekerjaannya yang membuat banyak masyarakat menjadi korban dari ketidak adilan.

Tawaran dari manajemen Batik Air tersebut kurang pass dan kurang beretika. Dan atas dukungan masyarakat luas Pengacara Muda ini akan terus maju untuk memperjuangkan dan menegakkan kebenaran dan keadilan demi kebaikan semua pihak.

Dalam Undang-undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen di maksudkan menjadi landasan hukum yang kuat untuk melakukan upaya hukum apa yang dapat dilakukan untuk
memperoleh haknya sebagai konsumen ketika terjadi keterlambatan penerbangan (delay). Gugat Maskapai Penerbangan Terhadap Keterlambatan Penerbangan Perusahaan angkutan udara bertanggung jawab atas kerugian yang di derita oleh penumpang.

Tanggung jawab yang di maksud perusahaan penerbangan wajib membayar ganti rugi atas yang di derita penumpang dan apabila wanperstasi, perusahaan penerbangan dapat di gugat di pengadilan. Bentuk tanggung gugat perusahaan penerbangan kepada penumpang termasuk ke dalam bentuk tanggung jawab berdasarkan unsur kesalahan (liability based on fault) yang di dasarkan pada prinsip tanggung jawab mutlak (strict liability).

Doktrin onrechtmatige daad sebagai landasan terbentuknya prinsip tanggung gugat mutlak yang tercantum pada pasal 1365 KUHPerdata yang menitikberatkan pada unsur kesalahan (fault). Jadi bisa dikatakan harus ada ketertiban peraturan perundang undangan yang
dilanggar.

Kenyataannya, tidak semua unsur kesalahan (fault) dapat dibuktikan bahkan sampai tidak dapat dibuktikan sehingga dikembangkan asas tanggung jawab mutlak (strict liability) untuk mengatasi keterbatasan fault based on liability tersebut. Prinsip ini merupakan bentuk tanggung gugat perdata yang tidak memerlukan pembuktian adanya unsur kesalahan (fault), sehingga beban pembuktian penggugat menjadi
lebih ringan.

Namun penggugat tetap dibebani untuk membuktikan kerugian (injured party)
yang dialami sebagai akibat tindakan tergugat.

Dapat dikatakan dengan pembuktian kausalitas (causal link). Sebagai penyedia jasa angkutan pihak maskapai penerbangan telah melanggar perjanjian angkutan udara dengan penumpang, yaitu dengan terjadinya keterlambatan penerbangan, tidak terangkutnya penumpang dengan alasan kapasitas pesawat udara atau terjadi pembatalan penerbangan seperti yang dijelaskan pada Pasal 9 Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 77 Tahun 2011 tentang Tanggung Jawab Pengangkut Angkutan Udara. (silalahi)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *