Sakit Benjolan Leher Ruslina Dicover JKN KIS

banner 468x60

hariancentral.com | Tanjungbalai ~  Program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) telah membantu masyarakat Indonesia dalam mengakses kesehatan termasuk bagi peserta segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI). Salah satu peserta PBI yang telah menerima manfaat tersebut adalah Ruslina Dabutar (59). Ditemui di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Tanjung Balai saat menemani sang anak mengecek kepesertaan JKN-KIS miliknya pada Senin (20/12), Ruslina bersedia menceritakan pengalamannya memanfaatkan JKN-KIS.

Sejak beberapa tahun lalu, Ruslina yang merupakan warga Kelurahan Pantai Burung, Kota Tanjungbalai mengalami benjolan di area lehernya. Namun, dirinya beranggapan bahwa benjolan tersebut tidak berbahaya, sehingga Ruslina hanya membiarkan benjolan tersebut, dengan harapan benjolan tersebut bisa pulih sendiri. Namun, dua tahun yang lalu, benjolan di lehernya mengalami pembengkakan yang menganggu aktivitasnya hingga Ruslina sulit bernapas.

Bacaan Lainnya
banner 300250

“Semakin lama, saya lihat (red: benjolan tersebut) semakin membesar. Saya juga sering sesak napas. Awalnya saya pikir itu tidak ada kaitannya dengan benjolan ini, ternyata ada. Kata dokter saya terkena gondok dan sudah bengkak ke dalam leher dan menyumbat saluran pernapasan. Syukurnya kata dokter, gondoknya masih jinak,” imbuh ibu dari enam orang anak tersebut.

Gondok adalah penyakit yang menimbulkan reaksi pembesaran kelenjar tiroid dan terjadi secara abnormal. Pembesaran kelenjar tiroid tidak selalu nampak dari luar. Adapun gejala yang kerap dirasakan penderita penyakit gondok antara lain kesulitan menelan, sesak napas, batuk, suara menjadi serak, dan terasa pusing saat mengangkat lengan.

“Setelah diperiksa di Puskesmas, saya disuruh ke RSUD Dr Tengku Mansyur, Kota Tanjungbalai untuk cek kesehatan lebih lanjut. Seperti cek jantung, gula darah dan tes lain selama kurang lebih seminggu sampai akhirnya saya menjalani operasi,” tutur ibu rumah tangga tersebut.

Ruslina beserta suaminya yang sehari-harinya disibukkan dengan kegiatannya sebagai penjual bensin eceran tersebut mengaku puas akan pelayanan kesehatan yang didapatnya saat menjalani operasi benjolan di lehernya tersebut.

“Alhamdulillah saya dapat pelayanan yang baik, prosesnya cepat dan tidak berbelit-belit. Tiga hari pasca operasi saya dirawat di ruangan kelas tiga yang nyaman,” kata Ruslina.

Kepada tim Jamkesnews Ruslina mengucapkan rasa syukurnya karena tidak pernah dimintai biaya tambahan ketika mendapatkan pelayanan kesehatan saat memanfaatkan kepesertaan JKN-KIS miliknya.

“Selama saya gunakan JKN-KIS ini, saya tidak pernah dimintai biaya sepeserpun. Mulai dari pemeriksaan, operasi, rawat inap dan obat-obatan, diberikan gratis. Suami saya juga pernah menggunakannya untuk sakit stroke, kami tidak bayar sepeserpun. Kami sangat terbantu. Kami tidak tahu lagi kalau tidak ada ini (JKN-KIS),” tutup Ruslina. (Putra/red)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *