Bocah di Tapteng Tangannya Dibakar Ayah Tiri Akibat Jual 2 Liter Beras

banner 468x60

hariancentral.com | Tapteng : Pilu dialami bocah berinisial FH asal Tapanuli Tengah. Kedua tangan bocah tersebut cacat akibat dibakar oleh ayah tirinya berinisial SH hanya karena menjual dua liter beras seharga Rp20.000.

Uang hasil penjualan beras itu kemudian dipakai korban berinisial FH untuk membeli es krim seharga Rp2.000. Sisa hasil penjualan beras itu kemudian diberikan kembali kepada orang tuanya.

Bacaan Lainnya
banner 300250

Akibat kejadian itu, kini korban harus menjalani perawatan medis di ruang perawatan anak rumah sakit (RS) Metamedika Kota Sibolga.

Ditemani neneknya, FH menuturkan, tindakan kekerasan dari ayah tirinya tersebut terjadi pada pertengahan September 2021 lalu.

“Saya ketahuan jual beras di rumah sebanyak dua liter. Beras itu laku Rp20.000. Dari hasil menjual beras, saya hanya ambil Rp2.000 untuk beli es krim. Sisanya saya berikan lagi ke orang tua,” katanya saat dijenguk Wakil Ketua DPRD Sibolga, Jamil Zeb Tumori, Selasa (4/1/2022).

FH mengakui sudah berbuat salah dan meminta maaf kepada ayahnya. Namun, sang ayah tidak terima dan tetap menghukumnya dengan mengikat korban di pohon kelapa belakang rumah.

“Ayah lalu membakar pelepah daun kelapa dan menyulutkan api ke tangan,” ucapnya.

Menurut FH, kejadian itu ikut disaksikan ibunya namun tidak memberikan pertolongan. “Saya jerit-jerit terus minta tolong,” katanya.

Lantaran tidak pernah mendapat penanganan medis akhirnya luka bakar itu pun membusuk dan kini mengakibatkan pergelangan tangan dan jari jemari korban membusuk hingga menyatu.

Wakil Ketua DPRD Kota Sibolga, Jamil Zeb Tumori mengatakan, kasus kekerasan terhadap korban harus diusut tuntas.

Jamil pun meminta Polres Tapanuli Tengah segera bertindak dan mengamankan terduga pelaku yang tidak lain ayah tiri korban.

“Harus diusut kasus kekerasan ini. Saya janji siapkan tujuh pengacara untuk mendampingi korban dalam menuntut keadilan,” katanya.(in)

 

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *