Ketua LSM WGAB : Kapoldasu Sudah Gagal Berantas Narkoba, Tagih Janji Kapolri Potong ‘Kepala’ bukan Potong ‘Badan’ atau ‘Ekor’

banner 468x60

hariancentral.com | Medan – Kasus suap istri terduga bandar narkoba yang menyeret sejumlah nama di lingkup Polrestabes Medan terus memantik reaksi semua pihak.

Apalagi Kapoldasu dinilai gagal dalam melakukan koordinasi dan pembinaan terhadap anakbuahnya, sehingga kasus narkoba kembali menjerat oknum anggotanya.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Hal tegas ini dikatakan Ketua Wadah Generasi Anak Bangsa (WGAB) Sumut Gerson Siringo-ringo saat diwawancarai wartawan kemarin sore.

” Sudah jelas sekali kapoldasu itu gagal. Kita bercermin dari kasus per kasus di Sumut ini sejak dua bulan terakhir saja. Lihat oknum polisi di Tj.Balai berani menggelapkan barang bukti sabu hingga harua dituntut hukuman mati. Belum lagi itu selsai, sudah muncul kasus suap menjerat oknum di Polrestabes Medan,” kata Gerson membuka percakapan.

Menurutnya, Kapolri harus jeli melihat kasus narkoba di Sumut.
“Kalau memang sudah tidak layak lagi, ganti saja Kapoldasu. Kita tagih janji Kapolri untuk menciptakan polisi yang presisi. Janji menindak pimpinan alias potong kepala bukan potong badan atapun ekor. Karena akan menjadi contoh bagi pimpinan lainnya, agar tidak main-main dalam membina anggota terutama menyangkut kasus narkoba,” terang Gerson dengan nada tegas.

Karena, sambung Gerson, ia sebagai Ketua Wadah Generasi Anak Bangsa merasa prihatin terkait semakin maraknya peredaran narkotika di Sumut.

“Jangan -jangan kita menduga ada kesengajaan bandar narkoba jadi peliharaan oknum alias menjadi mesin uangnya. Sudah jelas narkoba itu musuh bangsa perusak generasi penerus, pemghancur masa depan. Kenapa masih diberi ruang dan kesempatan. Jadi selama ada oknum-oknum nakal di tubuh penegak hukum maka pemberantasan narkoba tidak akan berjalan optimal. Bersihkan dengan melakukan koordinasi yg baik dengan semua pihak Lakukan pembinaan terhadap seluruh anggota secara berkesinambungan. Dan kalau masih tetap terjadi penyelewengan kekuasaan dan jabatan, apa boleh buat. Itu resiko pimpinan, harus siap dicopot.jabatan walau itu kesalahan anggota,” kata Gerson.

Lagipula, sambung Ketua WGAB ini, kalau jabatan Kapoldasu yang sekarang sudah layak berganti.
“Malah kalau Kapoldasu tidak diganti, akan menjadi tanda tanya besar. Janji Kapolri dipertanyakan, sebab dua kasus besar terjadi di Sumut terkait narkoba. Ini tidak main-main karena pelakunya ada yg perwira. Apa kata dunia? Dengan demikian kita sekali lagi meminta supaya Kapolri bisa mendudukkan Kapoldasu baru dengan sepak terjang yang lebih tegas dari sebelumnya. Semua demi menuju polri presisi, dan tentunya sumut bebas narkoba dan judi,” tutup Gerson.

Sebelumnya diberitakan,
Kapolda Sumatera Utara (Sumut) Irjen Pol RZ Panca Putra menegaskan Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko tidak terbukti memerintahkan penggunaan sisa uang Rp 160 juta dari istri bandar narkoba sebagaimana yang dijelaskan Ricardo Siahaan pad apemeriksaan sidang pengadilan tgl 11 Jan 2022.

Hal ini berdasarkan hasil pendalaman tim gabungan Propam Polda Sumut dan Mabes Polri. “Tim gabungan sudah memeriksa 12 orang saksi. Salah satunya pengacara Ricardo Siahaan,” kata Panca, Jumat (21/1/2022).

Menurut dia, dari hasil pemeriksaan Tim tidak menemukan bukti bahwa Kapolrestabes Medan ada memerintah agar sisa uang Rp160 juta digunakan untuk release, membeli sepeda motor serta untuk wasrik.

“Kapolrestabes juga tidak tahu adanya penggelapan uang Rp600 juta yang dilakukan oleh Ricardo Siahaan, dan tidak tahu ada penerimaan Rp300 juta untuk membebaskan Imayanti, istri bandar narkoba agar tidak ditahan,” ungkapnya.

Panca mengungkapkan dari hasil pemeriksaan, tim gabungan membenarkan bahwa Kapolrestabes memerintahkan Kasat Narkoba Kompol Oloan Siahaan membeli sepeda motor sebagai hadiah kepada anggota Koramil yg berhasil mengungkap ganja, dengan harga Rp13 juta. Namun Rp7 juta sudah dibayar oleh Kapolrestabes, sedangkan sisanya Rp 6 juta dibayar oleh Kompol Oloan Siahaan.

“Hal ini mestinya tidak boleh terjadi karena sebagai atasan dia tidak boleh membebankan sisa pembayan tersebut kepada bawahannya. Hal ini sesuai Pasal 7 ayat (2) point (a) Perkap No. 14 Tahun 2011 tentang Kode Etik Profesi Polri. “Karena itu kita tidak boleh mendzolimi seseorang dengan mengatakan dia tahu tapi kenyataannya tidak tahu,” papar Panca.

Dengan fakta di atas, Panca akhirnya menarik Kapolrestabes ke Polda Sumut. Dia diduga melakukan pelanggaran pengalahgunaan wewenang dibidang pengawasan yang dilakukan seorang atasan.

“Jadi Kapolrestabes kita tarik ke Polda dalam rangka pemeriksaan bukan karena yang bersangkutan menerima suap atau memerintahkan penggunaan sisa uang 160 jt, tapi perannya sebagai atasan tidak menjalankan perannya dengan baik,” ungkapnya.

Nama Riko sebelumnya disebut turut menikmati uang suap dari istri bandar narkoba. Hal itu diungkap salah seorang anggota polisi Ricaldo Siahaan dalam sidang kasus kepemilikan narkoba di Pengadilan Negeri Medan.

Dalam sidang terungkap sejumlah pejabat kepolisian di Polrestabes Medan menerima uang suap sebesar Rp300 juta dari istri seorang bandar narkoba. Uang itu diduga dibagi-bagikan ke Kasat Narkoba Polrestabes Medan sebesar Rp 150 juta hingga Kanit Narkoba Polrestabes Medan Rp40 juta.

Bahkan nama Riko disebut ada memerintahkan penggunaan sisa uang suap Rp 75 juta untuk membeli hadiah berupa motor. Motor itu diberikan kepada seorang Babinsa TNI.

Fakta tersebut tersebut membuat geger publik hingga akhirnya tim gabungan Polda Sumut dan Propam Mabes Polri turun tangan mengecek kabar tersebut.

Riko sebelumya buka suara terkait namanya disebut ikut menerima uang Rp75 juta dari istri bandar narkoba. Riko membantah hal itu. “Kasus yang ditangani Satnarkoba itu, tidak pernah dilaporkan ke saya. Gimana saya mau bagi-bagi uangnya. Kasusnya saja nggak dilaporkan,” kata Riko.

Dia juga membantah soal uang itu digunakan untuk membeli motor untuk seorang Babinsa TNI. Riko menegaskan motor itu dia beli dengan uang sendiri. “Kalau soal motor, saya pesan sendiri dan bayar lunas. Dan harganya bukan Rp 75 juta, Rp 10 juta lebih aja itu motor bebek,” ungkapnya.(rel)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.