Ketua Permadani DPC Labusel Sorot Pemeriksaan Vaksin di Jalan, Hanafi : Terkesan Berisiko

banner 468x60

hariancentral.coom | Labusel : Dalam sepekan terakhir Pemkab Labusel melalui Dinas Kesehatan bersama pihak kepolisian semakin jor-joran melakukan vaksinasi Covid-19 terhadap masyarakat.

Bukan saja mendatangi dari rumah ke rumah, aparat kepolisian, khususnya Polsekta Kotapinang juga melakukan penyetopan kendaraan di jalan raya untuk menjaring warga yang belum divaksin agar disuntik vaksin.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Seperti yang terlihat di Jalan Jendral Sudirman, Kel. Kotapinang, Kec. Kotapinang, pada jumaat (31/12/2021) siang.

Sepasukan personel kepolisian bersama Satpol PP Pemkab Labusel melakukan penyetopan kendaraan yang melintas, baik sepeda motor, mobil, bahkan bus penumpang.

Para penumpang kemudian dicek apakah sudah vaksin atau belum. Jika belum, maka dilakukan penyuntikan vaksin.

Kondisi itu berlanjut, pada Jumat (31/12/2021) sore hari, Aparat kepolisian tampak melakukan penyetopan kendaraan di depan Gedung SBBK Kotapinang Labusel,dan mengarahakan masuk ke komplek Gedung SBBK, untuk menjaring warga yang belum menerima suntikan vaksin.

Kondisi tersebut pun akhirnya menjadi sorotan masyarakat. Sejumlah pihak menyayangkan sikap kepolisian yang terkesan terlalu memaksa.

“Menurut pandangan kami penyetopan di jalan umum, tepatnya di depan Gedung SBBK Kotapinang terkesan pemaksaan, karena memberhentikan pengendara di jalan umum,” ungkap Ketua DPC PERMADANI KABUPATEN LABUHANBATU SELATAN, HANAFI SIREGAR kepada wartawan, Jumat (31/12/2021).

Disebutkan, pemaksaan vaksinasi seperti yang terjadi saat ini juga sangat berisiko tinggi. Sebab, masyarakat merasa tegang saat divaksin.

“Belum lagi SOP terkait vaksin yang tidak dijalankan secara benar. Sebelum vaksin harus diperiksa dulu kesehatannya. Belum lagi riwayat penyakitnya. Dengan pemaksaan seperti ini sangat berisiko bagi masyarakat. Jika terjadi apa-apa terhadap warga yang divaksin, siapa yang bertanggung jawab,” paparnya.

Dikatakan, tidak tercapainya target vaksinasi disebabkan selama ini sosialisasi yang dilakukan kurang menyentuh masyarakat.

Menurutnya, kalau pun ada sosialisasi, terkesan hanya alakadarnya saja, sehingga masyarakat tidak memahami dan khawatir untuk divaksin.

“Kami DPC PERMADANI Labusel menilai tindakan aparat kepolisian telah mengangkangi hak asasi manusia. Vaksinasi seharusnya dilakukan secara sukarela. Semestinya sosialisasinya yang diperkuat,” katanya.

Dia pun meminta kepada pihak kepolisian, khususnya Polsekta Kotapinang agar memberikan klarifikasi terkait hal tersebut, agar tidak menjadi opini publik yang dapat menimbulkan rasa ketakutan.

Kapolsekta Kotapinang AKP Bambang Hutabarat SH,menjelaskan Semua yg kita laksanakan sdh sesuai dgn S.O.P dan tidak ada yg membahayakan penguna jalan lainya karena masyarakat kita arahkan ke dalam komplek sbbk dan kita tanyakan apakah mereka sdh vaksin dan apabila belum vaksin kita arahan utk vaksin segera yg kita siapkan dan yg paling penting saya mengatakan dengan tegas, kita tidak ada melakukan penyekatan hanya penguatan,seperti yang di katakan teman teman dari DPC Permadani Labusel,kami hanya memastikan masyarakat yg melaksanakan perjalanan seluruhnya sdh tervaksin untuk antisipasi jangan sampai terjadi gelombang ke 3 paska libur nataru.
dan Kalau masalah sosilisasi gak usah saya jelaskan lagi karena sdh cukup sosialisasi yg diberikan kepada Masyarakat,”tegas nya. (Negos)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.