Laporan Dugaan Penipuan di Polsek Sei Kanan Diduga Sengaja Dikaburkan

banner 468x60

hariancentral.com | Labusel : Masih segar dalam ingatan kita tentang pemberitaan dengan judul 2.7 tahun setelah melaporkan Nurhayati boru harahap ke Polsek sungai kanan atas dugaan penipuan dan penggelapan sebesar 60 juta yang bekerja sebagai honor di Unit Intel Polres Labuhan batu tidak kunjung menjadi tersangka.

Rosliani boru Dalimunte (24) penduduk Desa Maralaung kecamatan simangambat ( Paluta) mengatakan benar benar kecewa sudah sekian lama di Laporkan,namun hingga saat ini belum pernah di jadikan sebagai tersangka apalagi melakukan penahanan.

Bacaan Lainnya
banner 300250

“Aku tidak habis pikir, sudah sekian lama di laporkan kepolsek sungai kanan tetapi hingga saat ini belum ada penyelesaiannya,” kata Rosliana kepada rekanan wartawan saat di temui di kediamannya senen (3/1.2022).

Ironisnya kata Rosliana , sambil menunjukkan kekesalanya, sudah tidak ada perkembangan kasus itu, kita coba memintak, barang bukti berupa surat pernyataan tersangka untuk pengembalian uang dan Kuitansi sebagai tanda bukti penerimaan uang diatas matre 6000.tidak bisa diambil sebelum membuat pernyataan pencabutan Perkara.

Kalau mau mengambil barang bukti, harus buat dulu surat permohonan pencabutan perkara kata Roslisna menirukan perkataan Kapolsek pada saat di kompirmasi wartawan (2/1/2022). Membuktikan bahwa, apabila perkara tersebut tidak kamicabut, Laporan itu akan hilang ujarnya.

Rosliana menambahkan, sebelum persoalan ini sampai ke Polsek sungai kanan, sudah pernah mendatangi rumah terlapor di dusun Danau bale Sigambal Rantau prapat pada awal tahun 2019.

Kala itu, terlapor yang di dampingi suaminya bernama Maranaek hasibuan mengakui kesalahannya dan bejanji akan berusaha mengembalikan uang tersebut, namun janji yang di tunggu takpernah mendapat kepastian, bahkan di hubungi melalui sms dan teleponpun tak pernah di angkat hingga ahirnya pesoalan inipun di laporkan ke Polek sungai kanan.

Selanjutnya terlapor meminta tolong pada Kanitres untuk menunda penerimaan Laporan polisi, dengan alasan, akan mengembalikan uang tersebut dalam waktu limabelas hari. Selanjut karena janji tidak ditepati, kembali di Laporkan ke Polsek sei kanan.

Pada tahun 2020 ,oleh Kanitres yang baru Iptu Limbong, melakukan Komprontir, dari hasil Komprontir tersebut, Rosmiati ( terlapor) mengakui kesalahannya , dan berjanji akan mengembalikan uang tersebut sebanyak 30 juta dengan cara mencicil ,sedangkan sisanya yang Rp 30 juta lagi adalah menjadi tanggung jawap suaminya.

(Ya pk, saya mengaku bersalah dan saya berjanji akan mengembalikan uang itu sebanyak Rp 30 juta dengan cara mencicil, sedangkan yang Rp 30 juta adalah tanggung jawap suamiku ( Maranaek hasibuan) karena itu sama sama kami pergunakan, kata Rosmilani menirukan perkataan Nurhayati di Ruangan Kanitres. Pengakuan itupun jelas kami tolak, kami tidak mau uang tersebut di cicil, karena terkesan mangalihkan perkara pidana penipuan menjadi perdata ujarnya.

Selanjutnya setelah setelah pergantian Kanitres dari Iptu Limbong ke Kanitres bermarga Purba, hingga saat ini sudah setahun lamanya tidak ada perkembangan berikutnya katanya memunjukkan kekesalannya, Saya berharap dengan pergantian Kapolres Labuhanbatu yang menjabat pada saat ini dapat membantu menyelesaikan persoalan ini secara Arip dan bijaksana sehingga mendapat kepastian hukum pintanya.(negos)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *