Ombudsman Sumut Dukung Legislator Panggil Kepala Biro Perekonomian

banner 468x60

hriancentral.com | Medan : Kepala Ombudsman Sumut Abyadi Siregar mendukung Komisi C DPRD setempat memanggil Kepala Biro Perekonomian Naslindo Sirait, terkait pernyataannya mengklaim total aset dan keuangan BUMD meningkat signifikan.

“Kita Suport pernyataan anggota Komisi C DPRD Sumut yang ingin memanggil dan meminta keterangan rinci dari pernyataan Naslindo tersebut,” kata Abyadi menjawab Pers, Kamis (20/1).

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Saat pemanggilan nanti, Abyadi juga berharap enam pimpinan BUMD hadir dalam upaya menggali kebenaran informasi yang dipaparkan pejabat Pemprov Sumut itu, karena menurutnya rakyat Sumut berhak untuk mengetahui.

Selama ini, sebut Abyadi, Ombudsman Sumut mengaku sulit untuk mengetahui produktifitas maupun kinerja BUMD di daerah ini, padahal sejumlah perusahaan itu dibiayai oleh APBD bahkan rutin meminta tambahan modal.“Ombudsman juga tidak pernah mendapat laporan ,” ucapnya.

Meski demikian Abyadi mengaku kaget dengan pengumuman yang disampaikan Naslindo ke publik mengklaim total aset dan keuangan sejumlah BUMD meningkat signifikan.

“Ini sungguh luar biasa jika pernyataan Naslindo itu benar. Sejumlah BUMN saja saat ini mengalami kerugian, bagaimana ceritanya BUMD Sumut ramai-ramai ngaku untung signifikan,” ucapnya.

Padahal, kata Abyadi selama bertahun-tahun sejumlah BUMD tersebut merugi dan terus minta suntikan modal APBD.

Ia minta enam BUMD Sumut tersebut mengumumkan kinerja dan laporan keuangannya ke publik secara luas di luar jumlah penyertaan modal.
“Selama ini publik tidak tahu sejauh mana pengelolaan modal yang diminta setiap tahun ke Pemprov Sumut dengan jumlah ratusan miliar,” katanya.

Jika memang kenyataannya BUMN di Sumut benar mengalami keuntungan signifikan, tentu sangat baik, jadi tidak lagi mendapat suntikan modal. “DPRD Sumut jangan lagi menyetujuinya jika mereka minta,” ujar Abyadi.

Terpisah, Direktur Utama PT Dhirga Surya Isfan Fachruddin menjawab wartawan lewat sambungan telepon justru menyampaikan perusahaan yang dipimpinnya itu masih merugi.

“Belum-belum bisa dikatakan untung, penyertaan modal Rp10 miliar yang kita minta untuk penggilingan padi juga belum beroperasi. Baru juga diminta tahun 2021 kemarin. Jadi masih rugilah,” kata Isfan yang mengaku tidak mengetahui ucapan Naslindo karena sedang tugas ke luar kota.

Sebelumnya Kepala Biro Perekonomian Sumut Naslindo Sirait bersama para pimpinan BUMD Sumut memberi keterangan kepada wartawan di kantor gubernur Jalan Diponegoro Medan.
Dia mengklaim total aset enam BUMD Sumut per 31 Desember 2021 meningkat 13,17%, begitu juga dengan pendapatan tahun 2021 meningkat 3,02% serta peningkatan laba tahun 2021 sebesar Rp686,96 miliar atau meningkat 24,45% dari tahun 2020. “Pul

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.