OTT KPK di Langkat Geledah Rumah Bupati, Terbit Perangin-angin Kemana ???

banner 468x60

hariancentral.com | Langkat : Kediaman pribadi Bupati Kabupaten Langkat, Terbit Rencana Peranginangin tampak digeledah sejumlah penyidik KPK dan dikawal oleh sejumlah personel Brimob dari Polda Sumut di Desa Raja Tengah, Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat, Rabu (19/1/2022) siang.

Rumah gedung bercat warna putih tampak tertutup rapat setelah petugas masuk ke lokasi.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Sementara, tiga unit mobil Brimob Polda Sumut disiagakan di depan rumah Terbit Rencana Peranginangin.

Saat wartawan hendak masuk, petugas langsung menutup pagar, guna melancarkan penggeledahan.

Lokasi sekitar rumah megah Bupati terlihat cukup sepi, hanya beberapa kendaraan saja yang melintasi jalan tersebut.

Sementara, Wakil Bupati Kabupaten Langkat, Syah Afandin belum dapat memberikan komentar lebih lanjut mengenainya adanya OTT yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap pejabatnya.

“Saya belum mau komentari adanya OTT ini,” kata dia, melalui sambungan telepon genggam, Rabu (19/1/2022).

Saat ditanya, berapa orang pejabat yang diamankan, pria yang akrab disapa Ondim ini juga enggan berkomentar.

“Saya belum tahu,” jelasnya.

Sementara itu,Dugaan penangkapan Bupati dalam OTT di Langkat, Sumatera Utara itu oleh KPK masih simpangsiur. Karena kabarnya diduga Selain Bupati, KPK juga mengamankan beberapa pihak dalam OTT tersebut.

“Tim KPK berhasil menangkap beberapa pihak dalam kegiatan tangkap tangan terkait dugaan tindak pidana korupsi di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara,” ujar Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri melalui keterangan Rabu (19/1/2022).

Ali menyampaikan, saat ini tim KPK tengah melakukan permintaan keterangan dan klarifikasi kepada pihak-pihak yang diamankan dalam OTT itu.

Ia menyatakan, KPK memiliki waktu maksimal 24 jam untuk menentukan sikap dari hasil seluruh pemeriksaan yang masih berlangsung tersebut.

“Pemeriksaan dan klarifikasi dilakukan tentu agar dapat disimpulkan apakah dari bukti awal yang ada benar adanya peristiwa pidana korupsi,” ucap Ali.

“Kemudian juga apakah ditemukan pihak yang bisa dipertanggungjawabkan secara hukum ataukah tidak,” tutur dia.

Kendati demikian, KPK belum dapat menjelaskan secara terperinci siapa saja pihak-pihak yang diamankan dalam OTT tersebut.

Lembaga antirasuah itu juga belum menjelaskan terkait dugaan korupsi apa penangkapan di Langkat itu.

“Perkembangannya akan kami sampaikan lebih lanjut,” ucap Ali.(tc)

 

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.