Peninggalan Sejarah dan Budaya Kota Tj.Balai Perlu Perhatian Serius

banner 468x60

harian central. com | Tj. balai – Akibat kurangnya pemeliharaan, Sejumlah peninggalan sejarah dan cagar budaya di Kota Tanjungbalai tidak terawat, bahkan rusak.

Kepala seksi Kebudayaan Lefri Alamsyah Rabu ( 19 /1) diruang kerjanya mengatakan tidak terawatnya peninggalan sejarah di Kota Tanjungbalai seperti, Makam Sultan husin shah ke VIII di pantai olang, makam Sultan Ahmad syah di mesjid raya.makam Sultan tengku saibon di mesjid raya balai di ujung Tanjung di jln asahan dan bangunan bersejarah di pasar baru dinilai kurangnya kerjasama antara pihak Eksekutif dan legislatif dalam mencarikan solusi agar peninggalan bersejarah dan budaya di Kota Tanjungbalai dapat dikembangkan sehingga bisa mampu mendongkrak Pendapatan Asli Daerah ( PAD) untuk peningkatan Ekonomi Masyarakat ungkapnya.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

“Kita udah daftarkan sejumlah peninggalan sejarah Kota Tanjungbalai ke cagar budaya Sumut prof. go. Id tahun 2021,berharap kedepannya bisa dibenahi dan mampu menciptakan inovasi baru menata dan mengelola nya dengan baik.
” Sayangnya sampai saat ini program yang kita susun belum bisa berjalan sesuai yang diharapkan.

Lebih lanjut dijelaskan nya pembenahan dan pembangunan cagar budaya peninggalan sejarah ddasari oleh undang undang No 5 tahun 1992 dan undang – undang No 11 tahun 2020 tentang cagar menjelaskan tentang keberadaan peninggalan sejarah dan budaya wajib dilindungi dan dipelihara seperi pasal 1 yang mengatakan setiap orang yang memiliki atau menguasai benda cagar budaya wajib melindungi dan memeliharanya. 2. Perlindungan dan pemeliharaan benda cagar budaya sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) wajib dilakukan dengan memperhatikan nilai sejarah dan keaslian bentuk serta pengamanannya.

Menurut Lefri jika peninggalan sejarah dikota ranjungbalai dibangun dan ditata dengan baik tentunya banyak yang datang untuk berkunjung baik dari keluarga Kesultanan berziarah, maupun dari manca negara, sehingga membuka peluang bisnis bagi masyarakat untuk berjualan dan pemerintah kota pun dapat di untungkan dari penambahan PAD ujarnya.

Selain itu menurutnya para generasi anak anak bangsa bisa mengenali peninggalan sejarah dan budaya khusnya dikota Tanjungbalai sehingga bisa belajar dan menggali potensi disana .

Oleh karena itu dia berharap pemerintah Ekekutif dan Legislatif mencarikan solusi dan duduk bersama dalam menata dan mengelola cagar budaya di Kota Tanjung balai karena “kita khawatir jika ini dibiarkan terus menerus kekayaan sejarah peninggalan di Kota Tanjungbalai bakal hilang dan punah satu persatu.

Lefri juga mengakui kalau dirinya punya kewenangan terbatas untuk melakukan terobasan terobosan dikarenakan belum adanya bidang kebudayaan di Dinas Pendidikan sehingga tugas saya sebagai kepala seksi cagar budaya kekurangan tenaga skil dikarenakan semuanya saya yang menghendel kegiatan tersebut katanya mengakhiri. *SUM

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.