Terkait Perkara Dugaan Penipuan Cek Kosong Terpidana Mandalasah Turnip, PENANGANAN PERKARA DI PN MEDAN LAMBAN

banner 468x60

hariancentral.com | Medan – Penanganan perkara di Pengadilan Negeri Medan Kelas 1 A Khusus dengan Register perkara No.: 3362/pid.B/2019/PN Medan sebagaimana yang didaftarkan pada tanggal 4 desember 2019, terkesan lambat alias lamban.

Pasalnya, hingga saat ini, perkara tersebut masih belum selesai diperiksa oleh pengadilan, sebagaimana dalam Permohonan Kasasi 8 oktober 2020, pemberitahuan permohonan kasasi 20 januari 2021. Anehnya, PN Medan baru melakukan pengiriman berkas kasasi 15 desember 2021.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Hal ini diungkap Raymond Simbolon yamg didampingi Panda Simbolon kepada wartawan, Selasa (25/1/22) sore.

Keduanya mengaku sebagai korban penipuan mandalasah turnip . Dan sangat menyesalkan lambannya penanganan perkara di PN Medan.

“Padahal sebelumnya, Permohonan Kasasi sejak pertanggal 8 oktober 2020, serta sudah dilayangkan pemberitahuan permohonan kasasi 20 januari 2021. Anehnya, pengiriman berkas kasasi baru dilaksanakan PN Medan pada 15 desember 2021. Hampir setahun kita menunggu,” kata Raymond kepada wartawan.

Kemudian sambungnya lagi,
Seharusnya selambat-lambatnya 60 hari pengiriman berkas sejak diterima kontra memori. “Tapi ini sudah hampir setahun baru dikirimkan berkas kasasinya oleh pengadilan negeri medan. Aneh sekali PN Medan ini,” ujar korban.

Karena itu ia meminta, agar pihak terkait seperti Badan Pengawas Mahkamah Agung RI (BAWAS MARI) serta Komisi Yudisial mengawasi kinerja di Pengadilan Negeri Medan.

“Kami menduga ini sengaja diulur waktu sehingga penegakan hukum tidak berjalan sebagaimana yang diharapkan,” tandas Raymond dan diamini Panda Simbolon.

Sementara itu, Immanuel Tarigan selaku humas PN Medan saat dikonfirmasi pada Selasa (25/1/22) terkait lambannya kinerja dan pengiriman berkas Mandalasah tersebut mengatakan akan menceknya terlebih dahulu.

“Akan saya cek dulu ya,” ujarnya via pesan singkat WA kepada wartawan.

Sebelumnya diberitakan Perkara hukum menjerat Direktur Utama PT Lintong Bangun Makmur, Ir. Mandalasah Turnip (52) pernah bergulir di Pengadilan Negeri (PN) Medan. Selasa (31/12/2019).

Duduk di kursi pesakitan, Mandalasah menjalani sidang perdana terkait kasus penipuan cek kosong dan penggelapan Rp1 miliar.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Dwi Meily Nova SH, mendakwa Mandalasah melanggar pasal 378 dan 372 KUHPidana tentang penipuan dan penggelapan, terkait pemberian cek kosong dari laporan ahli waris Alm Hamonangan Simbolon.

Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Dwi Meily Nova SH yang bacakan JPU Randi Tambunan SH mengatakan bermula Pada tahun 2018 Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pematang Siantar melakukan lelang pengerjaan proyek pembangunan Jembatan III STA 05+700-STA 05+724 (Jembatan Talun Kandot I) tepatnya di Daerah Kecamatan Sitalasari Kota Pematang Siantar. (Tim)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.