Tsunami dan Gunung Meletus, Kemlu Imbau WNI di Tonga untuk Waspada

banner 468x60

hariancentral.com | Tonga : – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) terus berkoordinasi dengan KBRI Wellington mengenai kondisi WNI di Tonga. Kemlu mengimbau seluruh WNI meningkatkan kewaspadaan pasca tsunami di wilayah Tonga akibat adanya letusan gunung api bawah laut Hunga Tonga-Gunga Ha’apai.

“KBRI Wellington telah menyampaikan imbauan kewaspadaan kepada seluruh WNI yang berada di wilayah akreditasi KBRI Wellington,” kata Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kemlu RI Judha Nugraha kepada wartawan, Minggu (16/1/2022).

Kemlu melalui KBRI Wellington akan terus melakukan komunikasi intens dengan berbagai pihak di Selandia Baru dan Tonga. Hal itu dilakukan, kata Judha, untuk mengetahui dan memantau kondisi WNI di sana.

“KBRI Wellington terus melakukan koordinasi dan komunikasi dengan berbagai pihak di Selandia Baru dan Tonga untuk mengetahui kondisi para WNI di Tonga,” ungkapnya.

Kemlu mengungkap ada lima WNI di Tonga yang tidak dapat dihubungi akibat putusnya kabel komunikasi bawah laut. Kemlu menyebut kelima WNI itu tinggal di Ibu Kota Tonga, Nuku’alofa.

“Terdapat 5 WNI di Tonga saat kejadian. Kelima WNI tersebut diketahui tinggal di Nuku’alofa. Belum diketahui kondisi mereka saat ini karena komunikasi yang terputus,” kata Judha.

Judha menerangkan sampai hari ini, abu vulkanik masih menyelimuti wilayah Tonga. Ibu Kota Nuku’alofa menjadi salah satu kota yang paling terdampak parah karena banyak perahu yang terdampar ke daratan.

“Hari ini, abu vulkanik yang menyelimuti Tonga sebelumnya sudah berhenti berjatuhan. Wilayah yang paling parah terdampak adalah Tongatapu-pulau utama di Tonga, di bagian utara Ibu Kota Nuku’alofa, di mana banyak kapal dan perahu terdampar ke daratan,” ungkapnya.

Judha menyebut belum ada laporan korban jiwa akibat bencana tersebut. Dia meminta masyarakat yang memiliki informasi mengenai keberadaan WNI di Tonga untuk dapat menghubungi hotline KBRI Wellington di nomor +6421713167. Informasi lain dapat pula disampaikan melalui email KBRI Wellington yaitu konsuler.wellington@kemlu.go.id.

“Berdasarkan informasi pemerintah Selandia Baru, hingga saat ini belum ada laporan terkait jatuhnya korban jiwa pasca letusan dan peristiwa tsunami,” kata Judha.

Sebelumnya, warga Tonga ketakutan dan melarikan diri ke tempat yang lebih tinggi pasca letusan besar memicu peringatan tsunami di Pasifik Selatan dan seluruh Pantai Barat AS.

Letusan gunung berapi Hunga Tonga-Hunga Ha’apai pada Sabtu (15/1) terjadi hanya beberapa jam setelah peringatan tsunami akibat letusan di hari sebelumnya dicabut.

Akibat tsunami, Raja Tonga Tupou VI dilaporkan telah dievakuasi dari Istana Kerajaan di Nuku’alofa. Raja dibawa oleh konvoi polisi ke sebuah vila di Mata Ki Eua yang jauh dari garis pantai.

Diketahui peringatan tsunami di keluarkan Badan Meteorologi Tonga. Peringatan ini berlaku pada pukul 17.30 waktu setempat untuk seluruh wilayah Tonga.(dti)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.