Warga Geruduk Kantor Camat Medan Kota, Dedy Aksyari Nasution: Hasil Assesment Pemilihan Kepling harus Jujur

banner 468x60

hariancentral.com | Medan : Kisruh pemilihan kepala lingkungan (kepling) di Lingkungan 1. Kelurahan Pasar Merah Barat, Kecamatan Medan Kota terus berlanjut. Kali ini, puluhan warga melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Camat Medan Kota, Jalan Asrama 1, Senin (10/1/2022).
Warga mengaku kecewa dengan keputusan Camat Medan Kota yang mengangkat kembali Kepala Lingkungan 1 Michael Fransisco Purba yang dinilai memiliki kinerja buruk.

“Kinerja Kepling 1 selama ini tidak baik, arogan dan tidak memikirkan warganya. Kami kecewa kenapa beliau harus dipertahankan menjadi Kepling. Kami hanya minta kepling diganti, tapi justru setelah pemilihan dia lagi yang dipilih,” ujar Rizki, salah seorang warga yang melakukan aksi di Kantor Camat Medan Kota.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Warga lainnya, J Simanjuntak mengatakan selama ini Kepling 1 Michael kerap berlaku arogan kepada warga sekitar.

“Saya sudah tiga tahun tinggal di Lingkungan 1 Kelurahan Pasar Merah Barat, tapi sekalipun saya tidak tahu siapa Keplingnya karena tidak pernah menjumpai saya. Dia bilang warga yang butuh dia, dia tidak butuh warga,” katanya.

Simanjuntak menuturkan warga mengaku heran kenapa Kepling 1 harus dipertahankan oleh Camat Medan Kota.

“Padahal, sebelum saya tinggal di Lingkungan 1 ini saya diperlakukan dengan baik. Dua hari saya tinggal di tempat sebelumnya ditanyakan dari mana identitas saya,” ucapnya.

Anggota DPRD Kota Medan dari Fraksi Partai Gerindra, Dedy Aksyari Nasution yang hadir saat itu, mendesak pihak Kecamatan Medan Kota membeberkan hasil assessment pemilihan Kepling 1, Kelurahan Pasar Merah Barat yang menuai pro dan kontra di masyarakat.

Kehadirannya juga guna menengahi massa aksi yang lebih dahulu menolak keputusan Camat Medan Kota Tengku Chairuniza.

Dedy kembali meminta pihak Kecamatan Medan Kota menunjukkan hasil seleksi. Apabila hasilnya membuktikan kepling yang lama lebih baik dari kepling yang baru, masyarakat yang kontra harus legowo menerimanya.

Ia pun berharap, hasil assesment itu dilakukan dengan jujur. Bahkan ia siap membiayai hak angket yang dilakukan pihak ketiga, asalkan permasalahan ini bisa selesai dengan cara yang arif dan bijaksana.

“Sebagai wakil rakyat, saya merasa gerah juga menghadapi masalah ini. Soalnya, konflik seleksi Kepling ini tidak hanya terjadi di Kecamatan Medan Kota saja, tapi ada juga di kecamatan lain. Biar adil, bagaimana bila kedua calon Kepling itu digugurkan pencalonannya. Kita buat hak angket baru. Biarlah pakai uang saya untuk membuat hak angket itu,” ujarnya.

Sementara itu, Sekcam Medan Kota, Frans Siahaan mengaku akan mengakomodir usulan dari anggota DPRD Kota Medan dari Dapil IV tersebut.

“Sebagai pemerintah, saya wajib menampung aspirasi warga. Saya akan menyampaikan usulan ini kepada Camat Medan Kota agar masalah ini tidak berkepanjangan,” sebutnya di hadapan Lurah Pasar Merah Barat Rio Rahmad A Siregar.

Menanggapi hal itu, Kepala Lingkungan 1 terpilih Michael Fransisco Purba mengaku telah mengakomodir semua aspirasi warga, khususnya dalam menyalurkan bantuan dari pemerintah dan lainnya. Ia pun membantah semua tuduhan warga yang dilayangkan kepadanya.

“Semua warga akan didata agar mendapatkan bantuan, meskipun ada juga sebahagian warga yang tak mendukungnya,” ungkap Michael Fransisco.

Lurah Pasar Merah Barat Rio Rahmad A Siregar meminta waktu untuk membahas keinginan warga yang kontra Michael Fransisco Purba agar didiskusikan bersama pimpinan Camat Medan Kota. Akhirnya, massa membubarkan diri dengan tertib.”pul

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.