Pameran Bonsai Tingkat Nasional Digelar di Medan

banner 468x60

hariancentral.com | MEDAN – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi meninjau Pameran Bonsai Tingkat Nasional yang diselenggarakan Perhimpunan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) Kota Medan di area parkiran samping Plaza Medan Fair, Jalan Iskandar Muda Baru Medan, Minggu (27/2). Sekaligus menyerahkan piala untuk pemenang Best in Show (terbaik dalam pertunjukan).

 

Pameran tersebut diikuti sedikitnya 574 pohon bonsai dari berbagai jenis. Di antaranya jenis Anting Putri, Sancang, Mustam, Kimeng Arabika, Hokiantea, Serut, Waru, Cemara, dan Beringin. Pohon-pohon tanaman “kerdil” tersebut tersusun rapi dan indah, sehingga menarik perhatian setiap pengunjung.

 

Gubernur Edy Rahmayadi menyambut baik dan mengapresiasi kegiatan ini dan berharap pameran serupa bisa dilaksanakan secara berkelanjutan untuk memotivasi para penggemar dan pembudidaya bonsai terus termotivasi dalam berkarya. Karena selain hobby, bonsai ternyata juga bisa menjadi nilai tambah perekonomian.

 

“Medan ternyata banyak komunitas pecinta pohon bonsai dan ini layak untuk dikembangkan karena bonsai merupakan karya seni bernilai tinggi,” ungkap Edy Rahmayadi, sambil berkeliling melihat keindahan pohon bonsai yang dipamerkan.

 

Dalam pameran dan kontes bonsai tersebut, bonsai milik Akuang (60) asal Kota Medan berjenis Anting Putri, yang berusia 16 tahun berhasil menjadi Juara I dengan nilai 321,67.

 

Sementara Ketua PPBI Pusat Erwin mengatakan, sebanyak 15 cabang PPBI dari berbagai daerah hadir untuk mengikuti kontes dan pameran ini. Di antaranya, Jambi, Palembang, Pekan Baru, Aceh dengan total 574 pohon bonsai.

 

Menurut Erwin, Indonesia memiliki iklim tropis dan memiliki ribuan tanaman hias menjadi faktor pendukung pengembangan tanaman bonsai. “Indonesia berada di wilayah tropis, ini sangat mendukung untuk pengembangan berbagai tanaman bonsai dibanding negara lain,” jelasnya.

 

Erwin juga berharap dengan adanya pameran ini bisa mengobarkan semangat teman-teman pecinta bonsai di provinsi maupun kabupaten/kota. “Kita jayakan kembali bonsai ini, setelah pandemi Covid-19 karena banyaknya penghobi baru pohon bonsai yang lebih militan,” harapnya.

 

Ketua Panitia Kontes Bonsai Medan Ermin berharap kontes bonsai ini selain menjadi ajang silaturahmi di antara penggemar, juga untuk membangkitkan kembali semangat pecinta bonsai di Indonesia, khusunya Kota Medan untuk menghasilkan bonsai yang lebih baik lagi.

 

“Pecinta bonsai ini sempat vakum, untuk itu tahun ini kita mengangkat tema ‘Medan Bonsai Reborn’, biar semangat pecinta bonsai ini bangkit kembali, karena seni itu tidak ada batasnya,” harapnya.

 

Ketua Dewan Juri Kontes Maya Rusmayadi asal Bandung mengatakan ada empat kategori penilaian yakni penampilan, bentuk dasar, keserasian dan kematangan. Faktor kematangan pada bonsai tidak selalu identik dengan pohon tua, sekalipun pohon tua bisa saja kalah dengan pohon muda.

“Karena pohon yang baru diambil dari alam sudah jelas unsur ketuaannya, baik akar, cabang sudah terbentuk, tapi mahkota dan ranting belum terbentuk, ini boleh dikatakan bonsai jual tapi masih masa training,”jelasnya.

 

Turut hadir Kepala Dinas Perkebunan Sumut Lies Handayani Siregar, Plt Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumut Bahruddin Siregar serta komunitas pecinta bonsai Sumut dan provinsi lain.*(red)

 

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.