Paul MA Simanjuntak Ingatkan Pemilihan Kepling Harus Transparan dan Bukan Calon dari Luar

banner 468x60

hariancentral.com |  Medan : Anggota DPRD Kota Medan, Paul Mei Anton Simanjuntak mengingatkan dalam hal pengangkatan dan pemberhentian kepala lingkungan (Kepling), Pemerintah Kota (Pemko) Medan dan jajaran dibawahnya harus melakukannya secara transparan. Dan, menolak calon yang diusung ditarik dari luar lingkungan itu.

Hal ini disampaikan Paul saat melaksanakan Sosialisasi Produk Hukum Daerah II di Dapem III tentang Perda No.9 Tahun 2017, tentang pedoman Pembentukan lingkungan, Pengangkatan dan Pemberhentian Kepala Lingkungan yang berlangsung di Jalan Cemara Gang Kelapa II, Lingkungan III, Kelurahan Pulo Brayan Darat II, Kecamatan Medan Timur, Senin (07/02/22).

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Karena dalam pertemuan tersebut, warga atasnama Nurul Afni dan Amru, mengungkapkan terkait pengangkatan kepling khususnya di Jalan Madio Santoso di Kelurahan Pulo Brayan Darat I, terjadi indikasi adanya pengangkatan kepling yang bukan berdomisili di wilayah kerjanya sehingga berimbas dalam pelayanan.

Menyahuti hal itu, Paul yang juga Ketua Komisi IV DPRD Medan ini pun meminta pihak kecamatan maupun kelurahan lebih transparan dalam menginformasikan para calon, terlebih pada Maret 2022 banyak yang bakal berakhir masa jabatannya.

“Pada Perda ini, pengangkatan Kepling maksimal calonnya 3 orang dan didukung oleh 30 persen jumlah warga. Untuk itu, pencalonannya harus diumumkan secara terbuka, melalui spanduk atau pengumuman di kantor lurah,” kata Paul menyikapi keluhan warga yang hadir dalam sosialisasi tersebut.

Seperti dikatakan Amru mewakili warga, dia pernah mengajukan diri menjadi calon Kepling, tapi tidak ada kabar dan berita kapan pendaftarannya. Ketika diketahuinya pendaftaran sudah dimulai, dia menyiapkan berkas, tapi sayangnya ketika diantar, pendaftaran sudah ditutup oleh pihak kelurahan.

Menanggapi ucapan tersebut, Paul Simanjuntak kembali menegaskan, sebaiknya dibuat saja spanduk pengumuman penerimaan calon Kepling. Jika lurahnya merasa terbebani dengan anggaran membuat spanduk tersebut Paul bersedia membiayainya. “Anggaran membuat spanduknya bisa diminta kepada saya,” tegasnya.

Pengumuman penerimaan calon Kepling itu kata Paul sangat penting, kalau masyarakat mengetahuinya tentu akan diusulkan mereka siapa yang terbaik. Sehingga akan terpilihlah Kepling berkualitas yang bisa melayani masyarakatnya.

Karena kalau tidak terbuka di dalam pengangkatan Kepling akan menimbulkan gunjang-ganjing dari masyarakat. Pengangkatan Kepling harus jujur dan adil, karena Wali Kota Medan Bobby Nasution menginginkan seperti itu. Terbukti Bobby mengeluarkan Perwal Nomor 21 Tahun 2021 sebagai petunjuk teknis perda tersebut.

“Banyak warga yang mengeluhkan kinerja Keplingnya, terbukti banyak demo-demo ke kantor wali kota dan DPRD Medan terkait Kepling, itu membuktikan masyarakat tidak dilibatkan di dalam pengangkatan Kepling,” tuturnya.

Sekcam Medan Timur Rinaldi mengatakan, di dalam Perda tidak ada diatur pengumuman penerimaan Kepling. Masyarakat yang ingin mencalonkan diri harus menanyakan ke kelurahan kapan masa jabatan Kepling habis dan kapan penerimaan.

“Atau melalui rekan-rekan kita yang lebih mengetahui, atau bertanya di grup-grup WA lingkungan, yang pasti kitalah yang proaktif mencari tahu tentang pengangkatan Kepling. Siapa yang mau jadi Kepling silahkan saja, semua bisa nyalon, asalkan mendapat dukungan dari 30 persen jumlah penduduk di lingkungan tersebut,” ucap Sekcam.

Hadir juga dalam Sosialisasi Produk Hukum Daerah II di Dapem III tentang Perda No.9 Tahun 2017, tentang pedoman Pembentukan lingkungan, Pengangkatan dan Pemberhentian Kepala Lingkungan, Kasubag Tata Pemerintahan (Tapem) Pemko Medan, Ervin dan Lurah Pulo Brayan II, Desi Khalizah”pul

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.