Percepat Digitalisasi Pembayaran,  BI Sosialisasi QRIS Ke Pasar-Pasar

banner 468x60

hariancentral.com | Medan : Bank Indonesia (BI) bersama Dinas Perdagangan Kota Medan serta Perusahaan Dagang (PD) Pasar Kota Medan bersinergi untuk melakukan implementasi program SIAP QRIS sebagai pilot project pada empat pasar di kota Medan, yaitu Pasar Petisah, Pasar Sei Kambing, Pasar Kampung Lalang dan Pusat Pasar.

Deputi Direktur Kantor Perwakilan BI Wilayah Sumatera Utara Nasrullah pada sosialisasi SIAP QRIS di Pusat Pasar Medan Selasa (15)2) mengatakan sebagai langkah awal, implementasi kegiatan dilakukan melalui sosialisasi program Sehat, Inovatif, Aman dan Pakai (SIAP) QRIS pada empat pasar tersebut. BI juga melaunching program SIAP QRIS.

Nasrullah menyebut Bank Indonesia juga berkolaborasi dengan Penyedia Jasa Pembayaran (PJP) terkait akuisisi merchant dan monitoring pasca akusisi pada empat pasar terpilih sebagai pilot project.

“Program SIAP QRIS diharapkan mampu meningkatkan pemahaman kepada pedagang dan masyarakat untuk menggunakan kanal QRIS sebagai pembayaran non tunai dalam aktivitas ritel di pasar,” ungkapnya.

Dengan implementasi SIAP QRIS ini juga, harapannya semakin memudahkan para pedagang pasar tradisional untuk dapat
mengakses layanan pembayaran yang CEMUMUAH (cepat, mudah, murah, aman, dan handal). Serta mampu mendorong pertumbuhan ekonomi di Sumatera Utara.

Bank Indonesia berupaya untuk mempercepat digitalisasi sistem pembayaran, dalam mendukung akselerasi ekonomi keuangan digital Nasional.

Salah satu kebijakan sistem pembayaran yang tengah didorong adalah implementasi dan perluasan penggunaan sistem pembayaran menggunakan Quick Response  Code Indonesian Standard (QRIS) yang merupakan standarisasi pembayaran nontunai berbasis QR Code dikembangkan oleh Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) & Bank Indonesia.

Nasrullah menyebut Bank Indonesia terus memperluas implementasi QRIS. Terhitung pada 31 Desember 2021 telah terdapat sekitar 14,2 juta merchant QRIS di Indonesia, dengan 610 ribu diantaranya berada di Sumatera Utara. “Saat ini QRIS sudah dapat digunakan pada berbagai komunitas seperti, rumah ibadah, tempat pariwisata, warung, pajak dan retribusi daerah, lembaga sosial dan lain-lain,” katanya.

Pandemi Covid-19 memberikan dampak yang signifikan pada penurunan perekonomian Indonesia. “Seperti yang kita ketahui bersama, pasar yang memiliki peranan penting sebagai salah satu penggerak roda perekonomian daerah juga ikut terkena dampak dari merebaknya virus tersebut,” ujarnya.

Sebagai salah satu upaya pemulihan perekonomian di pasar tradisional, Kemendagri dan Bank Indonesia mendorong perluasan dan implementasi pembayaran non tunai di pasar tradisional, khususnya menggunakan kanal QRIS.

QRIS merupakan salah satu kanal pembayaran non tunai yang aman digunakan pada masa pandemi seperti sekarang ini karena memungkinkan masyarakat dapat bertransaksi tanpa sentuhan atau bahkan tanpa bertatap muka,” ungkapnya.

Ia menjelaskan sesuai dengan arahan Kementerian Perdagangan RI perihal
Implementasi Digitalisasi Pasar Rakyat, saat ini tengah diselenggarakan piloting program SIAP QRIS di 51 Pasar Rakyat yang tersebar di 34 Provinsi di Indonesia yang merupakan perancangan pasar dan pusat perbelanjaan yang Sehat, Inovatif, dan Aman Pakai QRIS, dalam mendukung Pemulihan Ekonomi Nasional.

“Program tersebut diharapkan mampu mengakselerasi pembayaran nirsentuh dalam mendorong transaksi non tunai yang higienis, mudah dan aman,” tegas Nasrullah. (Sb)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.