Walikota T.Tinggi : Tangkap Pelaku Perbudakan Seks

banner 468x60

hariancentral.com | T.Tinggi : Walikota Tebing Tinggi H. Umar Junaedi sangat terkejut mendengar laporan Ketua LPAI T.Tinggi tenrang adanya warga Tebing Tinggi yang dijadikan budak seks bertahun-tahun oleh bapak tirinya.

Dan Ia berharap terduga pelaku perbudakan seks ditangkap oleh Polres Tebing Tinggi segera.

Hal itu diungkapkan oleh Walikota T.Tinggi yang menerima audiensi pengurus LPAI T.Tinggi yang diketuai Ir. Eva Novarisma Purba di rumah Dinas Walikota.

Antusias Walikota tampak ketika Ketua LPAI T.Tinggi menjelaskan alasan-alasan polisi mengapa menunda menangkap terduga pelaku cabul terhadap anak tirinya. Sangat mengherankan polisi masih belum menangkap terduga pelaku, dan Ia bahkan mengharapkan LPAI dapat mendata para siswa di kota T.Tinggi yang tinggal bersama ayah tirinya. Sebab kasus percabulan yang paling sering mengenaskan terungkap di dalam rumah yaitu antara bapak tiri dengan anak tiri. “Laporkan saja ke Polda, kalau aparat tidak menangani”, demikian Walikota yang begitu perhatian agar kasus itu segera tuntas.

Ia sangat berharap penanganan para ahli psikologi untuk membantu para perempuan dan anak yang mengalami persoalan traumatis seksual di masyarakat..Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak Kota T.Tinggi harus berperan aktif untuk bersinergi dengan semua elemen masyarakat terutama untuk memberikan penekanan terhadap penerapan hukum terhadap para pelaku kejahatan seksual..Sebab alternatif penghindaran pemidanaan dengan cara menikahkan bukanlah jalan yang selalu baik untuk diterapkan. Tentu untuk upaya pendamping hukum atau pun pengawalan ketat harus dilakukan agar proses pemidanaan itu memberikan efek jera bagi para pelaku. Kegiatan-kegiatan sosialisasi kekerasan seksualitas atau seks bebas dan akibatnya terhadap petempuan dan anak harus dilakukan di sekolah, LPAI T.Tinggi tentu dapat menjadi penggerak. Namun roadshow belum dapat dilaksanakan mengingat kondisi covid yang belum berakhir.

Hal lain yang mengemuka diungkapkan Ir. Umar Junaedi adalah ketiadaan sarana tahanan untuk anak-anak baik di polisi maupun di lapas T.Tinggi yang seharusnya dapat dipikirkan oleh Pemko T.Tinggi. Sebab hingga kini tahanan terpidana maupun terdakwa anak di T.Tinggi masih bergabung dengan tahanan dewasa.

Audiensi LPAI T.Tinggi dengan Walikota T.Tinggi juga selain dihadiri Kepala Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Perempuan dan Anak Kota T.Tinggi juga dihadiri Kadis Sosial, dan Kadis Kominfo Kota T.Tinggi.(asmi)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.