Waterboom Kuta Pinang Sudah Diaudit BPKP Tidak ada Mark-up

banner 468x60

hariancentral.com | T.Tinggi – Julasman.selaku penggagas Bumdes Bersama Pengadaan Kolam.Renang di Kuta Pinang, Kec.Tebing Syahbandar menyangkal adanya mark up di pengadaan pembuatan kolam renang water boom  bumdes Kutapinang itu. Julasman yang kini menjabat Anggota DPRD Kabupaten Serdang Bedagai itu  tidak setuju atas tudingan pemberitaan beberapa media tentang meruginya Bumdes tersebut. Mantan Kepala Desa Kuta Pinang itu  mengklarifikasi kepada wartawan soal Pembuatan Kolam Renang milik Bumdes Bersama Kuta Pinang itu  di Cafe Legato, Jl. Imam Bonjol Kota T.Tinggi, Kamis ( 3/2/2022).

Bumdes Bersama  Kuta Pinang tahun 2017 terbentuk, lalu dua desa yaitu  desa Kuta Pinang dan desa  Bahilang menganggarkan  dana desa sebesar Rp 500 juta tahun 2018.  Bumdes Beesama itu pun mulai membeli lahan 400  meter dan melakukan penimbunan untuk mematangkan  lahan,  menghabiskan anggaran Rp 250 juta. Selanjutnya pembangunan kolam renang dan.pembuatan pagar, toilet dan juga melengkapi  perlengkapan.lainnya sebagai sarana rekreasi menyedot anggaran Rp 250 juta.  Di tahun 2018 itu Julasman sudah.mengundurkan diri untuk menjadi anggota DPRD Serdang Bedagai. Urusan sepenuhnya diserahkan kepada direktur Bumdes dan Kepala Desa guna meningkatkan Pendapatan Desa. Namun belum lah berjalan lama covid menyerang sehingga tempat rekreasi itu tidak.difungsikan maksimal.

Selaku penggagas Julasman sebelumnya sudah melakukan koordinasi denga Dinas Pendidikan Sergai untuk bisa mendukung pemanfaatan fasilitas waterboom kepada  para pelajar yang hendak berekreasidi Desa Kuta Pinang tersebut.  Diancang ancang per hari pelajar ada yang berekreasi di tempat itu  100 orang . Masih diancang penghasilan.dapat mencapai Rp 15 juta per bulan. Saat itu Bupati Serdang Bedagai menyambut baik ide hadirnya water boom tersebut.

Namun seiring berjalannya waktu rencana tidak.terjadi seperti yang diharapkan,  ternyata  covid-19 terjadi. Pemberlakuan pelarangan berkumpul diberlakukan sehingga anak-anak.sekolah belajar daring.dan. luring dari rumah. Pupus harapan menghasilkan pendapatan desa Rp 15 juta per bulan.

Julasman.menegaskan.bahwa dirinya hanya menggagas. Dalam hal penggunaan anggaran sepenuhnya pengurus Bumdes dan pengelolaannya.  Ia ketika itu sudah maju mencalon anggota DPRD Sergai. Jika ada  anggaran yang di-mark up  menurutnya sudah pasti menjadi temuan sebab hasil pemeriksaan inspektorat maupun.BPKP berjalan mulus.

Ia menyayangkan mengapa  pemberlakuan larangan berkumpul di  kolam renang yang dikelola swasta tidak seketat kolam renang milik bumdes yang didirikan pemerintah. Contohnya kolam renang milik swasta yang ada di perbatasan kecamatan Tebing Syahbandar yang tetap.ramai.

Hingga 2022 para pelajar masih belum tatap muka sepenuhnya sehingga meskipun 4 tahun berjalan fasilitas waterboom milik Bumdes Bersama di Kuta Pinang itu belum berfungsi maksimal sehingga belum dapat memberikan pemasukan bagi desa Kuta Pinang dan Bahilang. (Asmi)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.