Doddy Zulverdi : Indonesia Merupakan Pasar Besar Dan Potensial Menyerap Arus Digitalisasi

banner 468x60

Pembukaan Pree – Event (road to FEKDI) yang di gelar secara Virtual, kamis (24/3/2022) di Medan.(f-ist)

hariancentral.com | Medan – Indonesia merupakan pasar besar dan potensial untuk menyerap arus digitalisasi. Hal itu menunjukkan nilai transaksi uang elektronik (UE) tumbuh 41,35 persen (yoy) mencapai Rp27,1 triliun dan nilai transaksi digital banking meningkat 46,53 persen (yoy) menjadi Rp3.732,8 triliun.

Bacaan Lainnya
banner 300250

Hal tersebut di sampaikan Kepala Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara Doddy Zulverdi pada pembukaan Pree – Event (road to FEKDI) yang di gelar secara Virtual, kamis (24/3/2022) di Medan.

Hal Ini menunjukkan kalau Indonesia adalah salah satu pasar besar dan potensial untuk menyerap arus digitalisasi,” dan Faktor kemajuan teknologi, digitalisasi produk dan layanan keuangan, serta aktivitas bisnis online dapat mendukung UMKM dalam mempertahankan pendapatan dan bisnis di tengah pandemi Covid-19, ujar Doddy Zulverdi.

“Sebagai Otoritas moneter dan sistem pembayaran di Indonesia, menurut Doddy bahwa Bank Indonesia terus mendorong akselerasi digitalisasi dan memperkuat sistem pembayaran yang CEMUMUAH (cepat, mudah, murah, aman, dan handal) sejalan dengan upaya peningkatan konsumsi masyarakat guna mendukung pemulihan ekonomi,” ujarnya.

Peningkatan akseptansi dan preferensi masyarakat dalam berbelanja secara daring perlu diperkuat dengan dukungan kebijakan Bank Indonesia. Inovasi sistem pembayaran terus didorong, termasuk pengembangan infrastruktur BI-FAST dan akseptasi transaksi QRIS melalui perluasan layanan, pendampingan kepada peserta, dan edukasi kepada masyarakat.

“BI-FAST merupakan layanan fast |0ayment yang dikembangkan Bank Indonesia sejak Desember 2021 untuk menciptakan infrastruktur SP ritel,” ungkapnya.

Berdasarkan ketentuan dari Bank Indonesia, biaya per biaya per transaksi dari Penyedia Jasa Pembayaran ke nasabah ditetapkan maksimal Rp2.500. BI-FAST diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dalam bertransaksi bagi masyarakat umum dan pelaku usaha.

“BI terus mendorong terwujudnya SP digital melalui fast payment sebagai game changer dalam mendukung pengembangan keuangan digital dan pemulihan ekonomi,” ujar Doddy.

Untuk mendukung capaian tersebut, Sumatera Utara ditargetkan dengan penambahan 980 ribu pengguna baru QRIS atau secara akumulatif menjadi 1,34 juta pengguna QRIS di akhir tahun 2022. Untuk itu Bank Indonesia bersama dengan Penyelenggara Jasa Pembayaran akan terus berupaya memberikan kemudahan dalam pemanfaatan transaksi non tunai di berbagai lapisan masyarakat.

“Pada talkshow kali ini, kami menghadirkan beberapa narasumber yang kompeten, baik dari sisi penyedia jasa pembayaran, SuperApp, maupun perwakilan konsumen,” jelasnya.

Doddy berharap Semarak Digital Sumut dapat menjadi salah satu kegiatan yang dapat membuka wawasan para pelaku usaha, masyarakat umum termasuk di antaranya generasi muda untuk memanfaatkan kanal digital dalam mendukung pemulihan ekonomi nasional. (silalahi)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.