Pelayanan Gakum di Polsek Sungai Kanan Mengecewakan

banner 468x60

Bukti kwitansi utang yang diperlihatkan. (F-negos)

hariancentral.com | Labusel – Pelayanan gakum di Polsek Sungai Kanan sangat mengecewakan. Pasalnya, kasus penipuan yang dialami seorang korban hingga bertahun-tahun tak kunjung tuntas sampai sekarang.

Kepolisian Republik Indonesia merupakan ujung tombak dalam Penanganan kasus yang menimpa segenap masarakat yang teraniaya.

Sehingga masarakat terjaga dari tindakan semenamena oleh pelaku kejahatan. Haltersebut sudah menjadi kewajipan bagi Kepolsian Republik indonesia untuk melakukan Penegakan hukum sebagaimana yang di sebut POLISI adalah PENGAMAN, PENGANYOM.,PELINDUNG, di tengah tengah masarakat.

Namun hal tersebut bertitik tolak dengan apa yang dialami oleh Rosliani dalimunte, alamat desa Maralaung, kecamatan Simangambat. Selaku Korban penipuan yang diduga di lakukan oleh Nurhayati nasution yang bekerja sebagai HONORER di kantor Kasat Intel Polres Labuhan batu sebesar Rp 60 juta dengan modus iming iming memasukkan korban menjadi Bidan PTT pada tahun 2015 lalu.

Karena janji tidak terealisasi, Persoalan inipun di Laporkan ke Polsek sungai kanan pada bulan maret 2019 lalu. Kepada Kanitres Poksek sungai kanan Iptu Amlan, Terlapor mengakui segala kesalahannya dan memintak tolong agar Laporan tersebut di tunda dulu untuk sementara waktu, di karenakan masih berupaya untuk mengembalikan uang tersebut.

Kepada Kanitres yang kedua Iptu Limbong dan di hadapan pihak pelapor pada saat melakukan Komprontir  di Ruangan Kanit. Terlapor jugak mengakui segala kesalahannya , dan berupaya akan mengembalikan uang tersebut dengan cara mencicil, Saya mengakui segala kesalahan saya, saya mau mengembalikan uang tersebut sebanyak Rp 30.juta. sedangkan yang Rp 30 juta lagi adalah menjadi tanggung jawap suami saya, kata Nurhayati.

Kapolsek sungai kanan, AKP Herry Sugiharto SH, MH juga pernah menjanjikan kepada Pendamping Pelapor yakni D Pasaribu dan K N siregar di ruang kerjanya mengatakan , Akan melakukan penahan kalau saksi mengatakan benar bahwa Nurhayati menerima uang tersebut. Saya akan melakukan penahanan terhadap Nurhayati ,kalau saksi mengatakan bahwa Nurhayati menerima uang tersebut.Ujar Kapolsek.

Ironisnya , Walau saksi telah mengatakan benar bahwa uang tersebut di terima oleh Nurhayati, dan didukung dua alat bukti  penerimaan uang Rp 60.juta melalui kuitansi diatas matre 6000.dan Surat pernyataan akan mengembalikan uang tersebut apabila gagal masuk menjadi bidan PTT. Rosliani dalimunte selaku Pelapor saat di kompirmasi di kediamannya mengatakan Sangat kecewa terhadap Kapolsek sungai kanan yang terkesan lamban dalam melakuksn penyelesaian kasus ini. Saya sudah tidak tau lagi harus mau mengadu kemana. Apakah karena dia ( Nurhayati) seorang pekerja di Kasat Intel Polres Labuhan batu sehingga kasus ini di Istimewakan tandasnya. ( negos)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.