Elpiji 12 Kg Oplosan Diduga Banyak Beredar di Dairi, Berpotensi Merugikan Negara

banner 468x60

Direktur PT Indah Sentosa distributor elpiji Non PSO wilayah Kabupaten Dairi, Nesar Situmeang. (F-jo)

hariancentral.com | DAIRI :Kenaikan harga Liquefied Petroleum Gas (LPG) Non Public Service Obligation (NPSO)/ gas non subsidi berdampak penurunan omset agen.

Harga gas non subsidi naik sejak akhir tahun 2021, hingga pada 27 Februari 2022, sehingga otomatis berdampak penurunan penjualan, ditambah diduga banyak beredar elpiji 12 Kg oplosan.

Direktur PT Indah Sentosa distributor elpiji Non PSO wilayah Kabupaten Dairi, Nesar Situmeang, Selasa (5/4/2022) membenarkan, adanya penurunan penjualan elpiji Non PSO pasca kenaikan harga. Selain harga naik, diduga banyak beredar elpiji 12 Kg oplosan, yang harga jualnya di masyarakat jauh lebih murah dari pada harga tebus dari Pertamina. Katanya, harga tebus agen dari Pertamina untuk elpiji 12 Kg seharga Rp 189 ribu per tabung.

Ia mengaku, baru- baru ini, mendapati salah satu pangkalan menjual elpiji 12 Kg di seputaran Sidikalang seharga sekitar Rp 180 per tabung, menggunakan perusahaan dari luar Dairi. Tetapi setelah dikonfirmasi pemilik perusahaan membantah, bahwa elpiji dari perusahaan itu, tidak ada didistribusikan ke Dairi.

Pembelian elpiji tersebut patut diduga ditebus dari luar Pertamina atau barang ‘gain”, dan otomatis tidak dikenakan pajak. Pada hal, pajak salah satu sumber pendapatan negara.

Agen resmi berkontribusi ke negara melalui pajak, tetapi agen tidak resmi merajalela menguasai pasar, karena menjual elpiji jauh lebih murah dari harga resmi Pertamina.

Dengan beredarnya elpiji harga jual lebih murah dari harga terbus dari Pertamina, agen resmi akan sulit bersaing. Ia berharap, pihak terkait dapat melakukan penertiban, sehingga elpiji Non PSO ditebus dari pertamina.*Jp.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.