Krisis Minyak Goreng Bentuk Keprihatinan Nasional

banner 468x60

Kantor PT. Wilmar Nabati Indonesia (Wilmar Group)

hariancentral.com I Medan – Sebagai bentuk keprihatinan Nasional atas kelangkaan minyak goreng di Indonesia membuat sejumlah elemen masyarakat yang tergabung dalam RAKSA HUM (Rakyat Untuk Keadilan Supremasi Hukum) akan melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor PT. Wilmar Nabati Indonesia (Wilmar Group) di Jalan Putri Hijau Medan dan depan Kantor Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara jalan A H. Nasution Medan selasa (26/4/2022) dini hari.

Aksi unjuk rasa tersebut adalah sebagai gerakan anak bangsa yang peduli terhadap persoalan bangsanya, dimana gerakan moral tersebut sebagai presure untuk mendesak kebijakan baru Wilmar berkomitmen pada dunia internasional dan khususnya masyarakat Indonesia dalam menjaga kebutuhan pangan masyarakat lokal tentang minyak goreng.

Hal tersebut di sampaikan Koordinator Rakyat Untuk Keadilan Supremasi Hukum (RAKSA HUM) Johan Merdeka dalam pers Reliesnya, pada wartawan di Medan.

Johan mengungkapkan bahwa Elemen masyarakat yang tergabung di RAKSA HUM terdiri dari Organisasi Dewan Revolusi Agraria, LKLH Sumut, Resbon, Sri Kandi Sahabat Rakyat, GMASI dan Pekasawitnas.

Dan Aksi unju krasa ini menurut Johan Merdeka adalah salah satu aksi moral sebagai presure untuk mendesak kebijakan baru Wilmar berkomitmen pada dunia Internasional dan khususnya masyarakat Indonesia dalam menjaga kebutuhan pangan masyarakat lokal tentang minyak goreng.

Bahwa Wilmar Group memiliki perkebunan kelapa sawit Wilmar tersebar di beberapa negara di dunia. Dan Sekitar 65% kebun sawit Wilmar Group berada di Indonesia, 26% di Malaysia Timur dan 9% berada di Afrika.

Selain itu, PT Wilmar Nabati Indonesia adalah anak perusahaan Wilmar Group yang dikenal sebagai salah satu perusahan raksasa dunia pada sektor perkebunan kelapa sawit. Pemilik Wilmar merupakan salah seorang konglomerat Indonesia, Martua Sitorus.

Bersama dengan Kuok Khoon Hong, Martua Sitorus mendirikan Wilmar pada tahun 1991. Sebagaimana dikutip dari laman resmi perusahaan, Wilmar Grup awalnya hanya memiliki perkebunan kelapa sawit seluas 7.000 hektare di bawah PT Agra Masang Perkasa (AMP), ujar Johan.

Seiring berjalannya waktu, perusahaan yang bermarkas di Singapura ini terus mengalami perkembangan. Bahkan saat ini Wilmar merupakan salah satu pemilik perkebunan kelapa sawit terluas di dunia dengan total luas tanam mencapai 232.053 hektare per 31 Desember 2020.

Dan berdasarkan Data RSPO, Wilmar tercatat memproduksi 1,31 juta ton CPO di Indonesia pada 2020, atas dasar inilah Alasan RAKSA HUM akan melakukan Aksi unjuk rasanya ke perusahaan terbesar Ekspor CPO Dunia, ucapnya.

Disisi lain bahwa Indonesia sebagai negara G20 menempati posisi Predensial dan tuan rumah G20 yang akan digelar di Bali pada 15/16 November 2022, Ironis memang negara ini sebagai Predensial G20 terjadi krisis pangan minyak goreng dan Indonesia sebagai produsen CPO dan Minyak Goreng terbesar dunia,

RAKSA HUM Minta Komitmen Baru Wilmar untuk menjamin pasokan minyak goreng kebutuhan lokal lebih terjamin buat rakyat indonesia, ucap Johan Merdeka yang di dampingi Indra Mingka dan Zulkifli. (silalahi)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.