Pengelolaan Dana BOS 2019-2020  SMK Swasta HKBP Sidikalang 3,3 Milliar. Dituding  Sangat Tertutup

banner 468x60

Lingkungan  SMK Swasta HKBP               Sidikalang .Jumat (08/04/2022).                   (f- Johan W Pakpahan)

hariancentral.com | DAIRI : Penggunaan dan pengelolaan  Dana BOS T.A 2019 dan 2020  Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Swasta HKBP Sidikalang  sebesar Rp 3.322.080.000 dituding sangat tertutup dan  tidak transparan.  juga dinilai  melanggar petunjuk teknis karena perencanannya  tidak dipajang dipapan pengumuman sekolah ,juga perencanaan penggunaan dana BOS  tersebut diakui tidak  melibatkan guru.

 

Demikian dikatakan salah satu lembaga pegiat sosial bidang Pendidikan dari Medan Sumatera Utara di Sidikalang .Jumat(08/04/2022)

 

Disebutkan, pengelolaan dana BOS SMK Swasta HKBP Sidikalang sangat tertutup , itu terbukti saat  kita sedang melakukan investigasi ke SMK itu namun mendapat  kekecewaan karena pihak sekolah tidak bersedia diklarifikasi dan dikonfirmasi.dan melanggar Permendikbud RI  no 3 tahun 2019 dan Permendikbud RI no 19 tahun 2020 tentang petunjuk teknis Bantuan Operasional Sekolah(BOS) Reguler , didalamnya harus transparan

 

 

Untuk itu kita selaku salah satu  lembaga sosial dibidang pendidikan di Sumatera Utara berharap dan meminta aparat penegak hukum(APH) agar melakukan pengusutan serius terkait pengelolaan dana BOS SMK Swasta  HKBP Sidikalang yang diduga terjadi dugaan indikasi KKN  . kita sudah buat surat  laporan  ke APH . selain surat laporan ke APH, kita juga sudah menyurati Inspektorat Provinsi Sumatera Utara agar melakukan audit khusus dana BOS SMK Swasta HKBP Sidikalang” ucap pegiat sosial pendidikan itu

 

Selain itu , juga di SMK Swasta HKBP Sidikalang diduga masih terjadi pungutan  yang membebankan orang tua . sementara tujuan dari dana BOS itu adalah mengurangi  beban siswa.dan informasi kita himpun tentang  penerimaan peserta didik baru(PPDB)  T.A 2019 -2020  siswa baru diwajibkan bayar Rp 400.000 tanpa merinci apa peruntukannya

 

Kepala Tata Usaha bermarga Samosir didampingi Bendahara BOS br Lumban Gaol SMK Swasta HKBP Sidikalang  yang ditemuin hariancentral.com  diruang kerjanya .Jumat (8/4/22) tidak bersedia memberikan komentar.

“Maaf pak kalau masalah dana BOS dan yang lain disekolah ini harus seijin Kepala Sekolah.silahkan hubungi bapak  kepala sekolah saja ya, karena kami tidak ada ijin dari bapak itu, kami tidak bisa kalau tidak perintah bapak itu” ucapnya.

 

Sementara itu di seputaran Sekolah,sejumlah siswa/i SMK Swasta HKBP Sidikalang ketika ditanyai wartawan terkait beban biaya yang ditanggung siswa/i  uang sekolah perbulan dibayar sebesar Rp 135.000 dan untuk biaya PKL Rp 100.000.

 

Sebelumnya mereka bedua membenarkan bahwa pada tanggal 25 Maret 2022 lalu ,ada empat orang tiba di SMK Swasta  HKBP yang mengaku dari Kepolisian Daerah Sumatera Utara dan mencari Bendahara BOS dan Kepala SMK Swasta HKBP.selanjutnya ke empat orang yang mengaku dari Kepolisian Daerah Sumatera Utara langsung dipertemukan dengan Kepala SMK Swasta  HKBP Ojak Lumban Gaol*Jp.

 

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.