Pengerukan Material di Zona Merah Sinabung Untuk Normalisasi Irigasi

banner 468x60

Hamparan material batu di Lau Borus Guru Kinayan. (F-bakti)

hariancentral.Com |  Tanah Karo –  Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karo Juspri M Nadeak diwakili Kepala Bidang (Kabid) Darurat Natanael Peranginangin saat dikonfirmasi di ruang kerjanya Senin (11/4) mengatakan bahwa adanya kegiatan pengerukan/ penambangan material batu dan pasir di desa Gurukinayan Kecamatan Simpang Empat adalah sebagai usaha untuk menormalisasi saluran irigasi yang terdapat di daerah itu.

Pengerukan material itu dilakukan di lembah Lau Borus yang merupakan jalur aliran lahar dingin dan termasuk dalam zona merah gunung Sinabung status awas level III.

Dikatakan normalisasi/pemeliharaan irigasi itu dipercayakan kepada Sahabat Sembiring seorang warga setempat.”Untuk biaya operasional normalisasi aliran irigasi tersebut Sahabat sembiring melakukan pengerukan dan menjual material batu dan pasir yang terdapat di lokasi itu”,kata Natanael peranginangin.

Ketika ditanya alasan normalisasi irigasi diserahkan kepada Sahabat Sembiring secara pribadi bukan ditangani oleh pemerintah dalam hal ini Dinas PUPR Kabupaten Karo Bidang Sumber Daya Air (SDA) yang diketahui sebagai pihak yang menangani irigasi di Tanah Karo.Natanael Peranginangin mengatakan bahwa untuk menormalisasi irigasi Lau Borus tersebut sulit menentukan anggarannya karena erupsi gunung Sinabung tidak dapat diprediksi dan sewaktu waktu bisa terjadi.

Material batu dan pasir setiap saat bisa berdatangan dari gunung sinabung menutup dan merusak saluran irigas,terang Natanael menjelaskan.

Dikatakan irigasi Lau Borus tersebut untuk mengairi persawahan warga di 5 desa yaitu desa payung,Batukarang,Rimokayu,Selandi dan desa Gurukinayan.”menghindari terjadinya gagal panen di persawahan warga ke 5 desa yang menggunakan air irigasi Lau Borus itu maka Sahabat Sembiring melakukan pemeliharan irigasi tersebut dan material seperti batu dan pasir yang ada dilokasi itu diambil dan dijual untuk biaya operasinal normalisasi irigari tersebut”, ujar Natanael.

Kabid SDA Dinas PUPR Kab Karo Evariani br Sembiring yang dikonfirmasi terkait pelaksanaan normalisasi irigasi Lau Borus itu melalui telepon seluler dan SMS tidak ada respon sehingga tidak diperoleh penjelasan darinya.

Sebelumnya Kalak BPBD Kab Karo Juspri M Nadeak mengatakan bahwa phak BPBD Kab.Karo telah berkordinasi dengan polres Tanah Karo terkait pengawasan kawasan zona merah gunung sinabung.

“Dalam waktu dekat akan diadakan pertemuan dengan para kepala desa dari 5 desa yang wilayahnya jadi areal persawahan irigasi Lau Borus bertempat di Mapolres Tanah karo jalan Vetran Kabanjahe guna membicarakan dan mencari solusi terbaik guna menangani pemeliharaan irigasi Lau Borus selanjutnya”,ujar Juspri M Nadeak seraya menambahkan kalau ada pertanyaan lain agar menghubungi Kabid Darurat Natanail Peranginangin.

Kalak BPBD Karo Juspri M Nadeak maupun Kabid Darurat Natanael Peranginangin tidak menyinggung adanya kegiatan galian C lainnya yang diketahui ada di desa Mardingding dan desa Gurukinayan.
Bagaimmana kelanjutannya akan ditelusuri lebih jauh. * tim.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.