Bantuan Rumah Tahun 2021 melalui Baitul Mal Agara Diduga Terindikasi KKN dan Misterius

banner 468x60

hariancentral.com | Kutacane –  Berbagai kalangan Elemen masyarakat kabupaten Aceh tenggara(Agara) Sampai saat ini masih mempertayakan proses pembangunan Rumah untuk kaum miskin(Dhuapa) Tahun 2021 melalui pihak Baitul Aceh Tenggara.

Pasalnya”Selain pembangun pisik yang di kerjakan diduga bernuansa koropsi,kolusi dan Nevotisme(KKN),Ironisnya,rumah yang di nanti oleh kaum Dhuapa itu sampai saat ini disinyalir belum claer di tuntaskan oleh pihak pelaksana alias misterius.

Kita sangat menyayangkan ini,kenapa pisik bangunan itu kok sampai saat ini tidak tuntas di kerjakan,Sungguh kejam dan sadis,jika sumber dana dari zakat untuk orang miskin juga seperti ini terjadi,Apakah dana nya diduga sudah di bagi-bagi secara terstruktur dan masip alias di koropsi untuk kepentingan pribadi dan golongan!

Jika ini terjadi, sungguh sangat terlalu dan kejam ungkap sumber central jum’at 29/7 di kutacane,Sembari mengarahkan wartawan agar kompirmasi pada pimpinan baitul mal yang baru di lantik,Dan Hukum harus bekerja Cetusnya.

Bapak supian sekedang,Anggota Dewan perwakilan rakyat(DPRK) Aceh Tenggara dari partai Demokrat melalui komisi A,Saat di minta komentarnya di Gedung DPRK,Jum’at 29/7-2022 kepada central dengan tegas mengatakan,Bangunan itu sampai saat ini masih juga menjadi pembahasan yang serius,bukan saja di kalangan masyarakat,Namun kita selaku dewan juga masih bahas itu sembari juga menilai sangat misterius.

Artinya”kenapa tidak tuntas,padahal alokasi dana jelas sudah ada melalui baitul mal(Zakat umat).
Kita mengharapkan,Agar bantuan rumah pada orang miskin itu bisa di tuntaskan sesuai dengan harapan.

Jika ada penyimpangan yang terjadi maka proses hukun harus berjalan dan pihak terkait di harapkan wajib bertanggung jawab.

Selain itu sambung pak Dewan,Kita sangat percaya dan meletakan harapan yang sangat mendalam,kepada kepala baitul mal yang baru,Agar ikut memberikan kontribusi dan terbuka serta bertindak demi kepentingan umat agar hal tersebut bisa di selesaikan dengan cepat.

Jangan orang yang makan nangkanya namun kepala yang baru di lantik menjadi asumsi yang buruk dari masyarakat,padahal kepala yang baru ini saya yakini sangat bijak dan baik,Artinya”saya tidak mau hal itu terjadi,orang jahat yang makan nangkanya namun orang baik yang kena getahnya tegasnya mengakhiri.

Wartawan central,jum’at 29/7-Sudah berupaya melakukan kompirmasi kepada kepala baitul mal yang baru,untuk meminta data lokasi-lokasi penerima rumah bantuan yang menyebar di beberapa desa dan kecamatan itu,Namun belum berhasil karna pihak kepala baitul mal yang baru di lantik,saat di kunjungi tidak berada di kantor/Dar

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.