Minim Anggaran, Dishub Kota Langsa Berbuat Sesuai Kemampuan

banner 468x60

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Langsa, Bambang Suriansyah.       (f-tris)

hariancentral.com, Langsa – Meski minim anggaran, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Langsa, dalam melaksanakan program telah berupaya sesuai kemampuan yang ada.

“Kalau dari segi pembangunan inprastruktur didinas kami tidak ada. Kalau tidak ada anggaran kek mana kita buat seperti yang diharapkan. Yang jelas, hari ini kami sudah berbuat semampu kami,” kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Langsa, Bambang Suriansyah saat diwawancarai hariancentral.com, diruang kerjanya, Kamis, 22 September 2022.

Ditambahkan Bambang, dirinya telah mengusulkan anggran kepada pihak Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Langsa, untuk mendukung kekurangan yang terjadi, guna menunjang kebutuhan kinerja Dishub Kota Langsa. Namun karena Pendapatan Asli Daerah (PAD) mengalami devisit, sehingga sarana dan prasana untuk kepentingan masyarakat, belum bisa diwujudkan.

Hari ini, lanjut Bambang, tuntutan masyarakat terhadap Dinas Perhubungan Kota Langsa, agar bisa memberi kenyamanan terhadap pemakai jalan lalulintas di Kota Langsa. Oleh karena itu, sambung Bambang, pihaknya sudah berbuat dan melakukannya semampu dinas. Meski apa yang telah dilakukan, tidak cukup hanya tenaga dan pikiran yang dicurahkan, namun harus didukung adanya sarana dan prasarana juga.

Contoh kecil, lanjut Bambang, seperti penertiban parkir di Kota Langsa, tentu hal itu harus ditata dengan rapi untuk menunjang PAD, itu juga harus dilengkapi dengan sarana dan prasarana seperti memasang rambu – rambu untuk masyarakat bisa memahami mana yang boleh parkirkan kendaraan, dan mana yang tidak boleh.

“Kalau Dishub melarang, bahwa lokasi ini ngak boleh parkir, itu ngak boleh, tapi rambu – rambunya tidak ada terpasang, untuk membuat itu, kan harus didorong dari segi anggaran juga. Kalau anggaran tidak ada, ya kan sama juga ngak bisa kami untuk melakukan penertiban,” ungkap Bambang.

Selain itu, tambah Bambang, seperti tidak adanya alat Uji Kendaraan Bermotor (Kir) di Kota Langsa, itu salah satu harapan bagi masyarakat daerah tersebut. Sebab, sambung Bambang, selama ini masyarakat membuat izin Kir berada diluar Kota Langsa, yakni di daerah Stabat, Sumatera Utara.

“Sebenarnya masyarakat Kota Langsa ini, ngak mau jauh mengurus izin Kir didaerah Stabat. Dan kita (Dishub, red) dituntut harus memiliki tempat tempat dan alat untuk itu. Tapi untuk membuat itu kan ngak mungkin pakai uang dinas, ya jadinya kita kan ngak punya alat. Keuangan Pemko Langsa juga ngak mampu untuk membuat itu. Kita coba minta ke Pusat (Jakarta), dan Pusat mau mendukung, memberi. Tapi Pusat akan tanya, apa yang sudah kalian persiapkan?. Ketika hal itu ditanyakan, ya kita kan harus memiliki gedungnya dulu, baru alat bisa dibantu alat Kir-nya oleh Pusat. Kalau Gedungnya saja tidak ada, ya bagimana Pusat bisa membantu,” ungkap Bambang.

Kemudian mengenai tata tertib angkutan roda enam tentang bongkar muat barang, lanjut Bambang lagi, bila itu direalisasikan, tentu akan banyak menampung lapangan pekerjaan, serta bisa menambah sumber PAD buat Pemko Langsa, serta pendataan bongkar muat guna untuk diketahui jumpa pemasok komediti pangan yang masuk dan keluar di daerah Kota Langsa.

“Kalau Dishub Kota Langsa memiliki Gudang (terminal) bongkar muat barang komediti pangan, tentu hal itu juga bisa menambah PAD Kota Langsa. Nah, Gudang bongkar muat yang ada di Kota Langsa, bangun pihak swasta, ya tentu tidak ada kontribusinya buat daerah. Jadi itu lah persolan yang saat ini dialami oleh Dishub Kota Langsa. Karena ketiadaan anggaran, program yang akan dibuat, tidak bisa terlaksana,” kata Bambang mengakhiri. (Tris).

 

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.