Rehab Bangunan SD Terbengkalai, Disdikbud Kota Langsa Diduga ‘Ciptakan’ Proyek

banner 468x60

Bangunan bekas SDN 2 Kebun Baru, Kecamatan Langsa Baro, Kota Langsa, direhab oleh Disdikbud setempat untuk dijadikan bangunan SMPN 14. (F-ist)

hariancentral.com, Langsa – Bangunan  bekas Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Kebun Baru, Kecamatan Langsa Baru, Kota Langsa, yang kabarnya hampir 10 tahun terbengkalai akibat tidak ada murid lagi bersekolah di SD itu, kini oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) setempat, bangunan SD tersebut direhab untuk dijadikan Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 14.

Bangunan sekolah yang direhab itu, menggunakan sumber Dana Otonomi Khusus Kab/Kota (DOKA) Kota Langsa dengan nomor kontrak: 08/SPK/PPK-DISDIK/DOKAFisik/2022, nilai kontrak Rp 574.057.900, pelaksana CV Mekanikal Struktur, perencana CV Olvy Consultant dan Pengawas CV Young Creative Consultant, berlokasi di Dusun IV Pondok Nias, Desa Pondok Kelapa Kecamatan Langsa Baru, dan jauh dari pemukiman warga, sehingga hal itu dinilai banyak pihak, rehab bangunan SD yang dilakukan oleh Disdikbud Kota Langsa, hanya menciptakan proyek belaka.

Manager Lembaga Swadaya Masyarakat Komunitas Rumoh Aceh, Sukma M. Thaher, Spd dimintai tanggapannya terkait direhabnya banguanan bekas SDN 2 itu, kepada hariancentral.com, Kamis, 22 September 2022, mengatakan, bahwa bangunan yang sudah lama terbengkalai itu, kini direhab oleh Disdikbud Kota Langsa, untuk dijadikan SMPN 14, menimbulkan rasa aneh dibenaknya, dan dinilainya sebagai upaya untuk menciptakan proyek belaka.

“Pasalnya, saat banguana itu menajdi SDN 2 saja, sekolah itu kurang diminati oleh murid dan berpindah di SD lain. Akibatnya sekolah itu tidak ada muridnya lagi, kemudian ditutup. Sejak itu sekolah tersebut lama terbengkalai. Nah, mengapa kini oleh Disdikbud Kota Langsa, bangunan itu direhab untuk dijadikan SMPN 14. Menurut saya, ini hanya mencipatkan proyek belaka,” kata Sukma M. Thaher.

Tidak hanya itu, tambah Sukma, selain bangunan bekas SDN 2 itu memiliki pengalaman pahit, karena tidak adanya siswa bersekolah di SD itu, membuat kondisinya menjadi terlantar, lokasi pada sekolah itu pun jarak tempuhnya bagikan ketempat “jin buang anak” (jauh) dari pemukiman, sehingga membuat Sukma M. Thaher bertanya, apa yang mendasari Disdikbud Kota Langasa merehab bangunan bekas SDN 2 untuk dijadikan bangunan SMPN 14 dilokasi itu.


“Apa ada jaminan calon siswa akan sekolah disitu. Bukankah lebih baik dianggarkan saja untuk membangun kelas pada sejumlah SMPN yang lebih banyak muridnya dan masih beroperasi sampai sekarang, dan juga lokasinya tidak jauh dari pemukiman masyarakat. Dan ini sangat aneh, proyek rehab bangunan SD itu terkesan sangat dipaksakan dan diduga ada permainan dalam menciptakan proyek untuk mencari keuntungan pribadi,” terang Sukma yang juga Sekretaris Ikatan Alumni FKIP Unsam itu mengakhiri.

Sebelumnya, salah seorang warga sekitar bangunan SD itu, Zainul (53), ditemui hariancentral.com, Kamis (22/09/2022) mengatakan sekolah tersebut dahulunya merupakan bangunan SDN 2 Kebun Baru dan sudah lama tidak ada siswanya, sehingga hampir 10 tahun keberadaannya terbengkalai.

“Dulu bangunan itu bekas SDN 2 Kebun Baru. Dan hampir lebih kurang 10 tahun ditutup dan terbengkalai, karena tidak adanya murid. Mungkin itu juga karena jarak tempuh menuju ke sekolah ini jauh dari masyarakat yang berada kampung lain,” terang Zainul polos.

Terkiat adanya hal itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kota Langsa, Suhartini, dikonfirmasi hariancentral.com via WhatsApp, Kamis malam, 22 September 2022, tidak dapat dihubungi. Begitu juga dikonfirmasi via pesan (chat) WhatsApp, yang bersangkutan (Suhartini, red) juga tidak membalasnya. (Tris).

 

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.