Hutanauli Menuju Kampung Budaya Batak Toba

banner 468x60
SHARE saja GRATIS kok

hariancentral.com | Dolok Masihul : Hutanauli natti merawan natti merawan natti merawan…Anak Nauli sanggup melawan sanggup melawan sanggup melawan.

Demikian syair tembang lawas yang dulu sering dinyanyikan di pusat hiburan batak (opera) menyemangati perjuangan di medan pertempuran. Saat ini Hutanauli sekabupaten Sergai dan dunia luar akan mengenalnya menjadi kampung budaya Batak Toba.

Salah satu potensi pariwisata yang diprogramkan dalam RKPD (Rencana Kerja Pemerintah Daerah yang diungkapkan dalam konsultasi public yang dilaksanakan di Aula Dinas Pertanian Sei Rejo, Kamis (19/12/2019) adalah pemantapan sektor pertanian dan pariwisata dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan peningkatan SDM yang unggul dan berdaya saing.Untuk menjadi unggul, dapat dimulai dari sector pertanian yaitu dengan menanam bibit yang unggul.

Dari sector pariwisata, selain wisata bahari juga ada wisata desa pertanian. Pariwisata tak lepas dari perhatian budaya, diprogramkan ada kampung budaya Melayu ada kampung budaya Jawa. Pemimpin acara kegiatan itu ketika itu adalah H. Darma Wijaya masa itu masih menjabat Wakil Bupati Serdang Bedagai.

Hutanauli sebuah desa di Kecamatan Dolok Masihul Kabupaten Serdang Bedagai dirancang menjadi Kampung Budaya Batak Toba. Hutanauli di hamparan datar sekitar 725 ha, 300 ha sawah, sekitar 300 ha lading/kebun selebihnya pemukiman 365 kepala keluarga, fasilitas sosial, gereja dan sekolah.

Yosep Hutabarat selaku Kepala Desa Hutanauli menyambut gembira atas wacana itu yang menurutnya akan diresmikan setelah dibangunnya jalan sebagai pendukung infrastruktur ekonomi di desa itu yang diprioritaskan selesai tahun 2022. Untuk itu telah disusun 50 orang pengurus adat yang akan mengoptimalkan kelembagaan Kampung Budaya Batak Toba di Hutanauli.

Hutanauli telah dijadikan kampung hunian sejak tahun 1943 yang dulunya dinamakan Silibawang semula penduduk yang mayoritas berasal dari Toba bertani bawang. Awalnya tempat itu bernama Aeknauli yang artinya air yang cantik (jernih) karena di sana sumber air bawah tanah menghasilkan air yang sangat bening dan sejuk.

Penggalian 10 meter saja tanah sudah memancar air yang baik untuk diminum sehingga tempat itu dinamakan Aeknauli. Untuk penyebutan tempat atau kewilayahan diubah menjadi Hutanauli.

Masyarakat di Hutanauli mayoritas hidup dari hasil padi, semangka, jagung, ubi kayu. Hasil padi per hektar bisa mencapai 7 ton, namun seiring dengan kelangkaan pupuk hasil berkurang rerata 5 ton per hektar.

Menuju destinasi wisata budaya, di Hutanauli terdapat 7 gereja, dan tidak ada tempat ibadah masjid. Di Hutanauli hampir 100 persen penduduk beragama Kristen berasal dari suku Batak Toba. Hal itu menjadi keunikan yang memungkinkan Hutanauli menjadi destinasi pariwisata kebudayaan Batak Toba di seluruh Kabupaten Serdang Bedagai. Mayoritas penduduk dari keturunan suku Batak Toba, hanya sedikit yang berasal dari keturunan suku Batak Karo atau Batak Simalungun. Tentu yang diharapkan untuk menjadi keunikan di desa itu bukanlah memandang fisik orang batak Toba yang sudah menyebar diseluruh permukaan bumi, melainkan keunikan budaya dan juga tatacara adat istiadat yang terutama menjadi kultur tradisi di desa itu. Ornamen tugu, keseragaman pertanian dan pengolahan pertanian yang dikuasai masyarakat . Keseragaman itu menjadi sebuah keunikan tersendiri sehingga diajukan menjadi Kampung Budaya Batak Toba.

Namun semua itu tentulah masih harus didukung dengan infrastruktur jalan yang sedang dinanti-nantikan masyarakatnya. Pengaspalan jalan sudah menjadi prioritas di tahun 2022 ini kata Yosep Hutabarat Kepala Desa. Ia mengharapkan masyarakat dapat meningkatkan sumber daya dan perekonomian. Terutama dengan menjaga kekompakan homogenitas yang bermartabat sebagai Suku Batak Toba di Hutanauli. Dengan dinobatkannya Hutanauli menjadi destinasi pariwisata kebudayaan Batak Toba tentu akan meningkatkan perhatian pemerintah baik untuk peningkatan ekonomi dan sumber daya manusia. Keunikan ini akan menjadi potensi besar sebagai pusat perhatian bagi dunia luar Hutanauli dan hal itu patut dibanggakan, kata Yosep yang ditemui wartawan Rabu (26/1/2022). (asmi)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60